logo


Ditegur Wakil Ketua KPK Gegara Telepon di Pesawat, Mumtaz Rais: Kamu Siapa?

Pihak Garuda mengapresiasi Nawawi Pomolango yang menegur pelanggar aturan penerbangan demi keselamatan bersama.

15 Agustus 2020 05:45 WIB

Mumtaz Rais dan Amien Rais
Mumtaz Rais dan Amien Rais Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Garuda Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango atas tegurannya ke penumpang yang melanggar aturan keselamatan penerbangan.

Kabar ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri. Ali mengatakan pihak PT Garuda Indonesia telah menghubungi Nawawi pada hari ini Jumat sore (14/8), untuk memberikan apresiasi.

"Menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukan NP (Nawawi Pomolango) selaku penumpang Garuda Indonesia yang mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama," kata Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (14/8).


Pesawat Garuda Tergelincir di Makassar, AP I dan KNKT Indonesia Lakukan Investigasi

Ali lantas menjelaskan secara kronologis insiden pertikaian antara putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais dengan Nawawi Pomolango. Mulanya kemarahan Mumtaz dipicu oleh peringatan awak kabin dan Nawawi karena menggunakan gawai di dalam pesawat. Kejadian itu berlangsung saat Nawawi hendak melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo.

Nawawi, jelas Ali, kembali ke Jakarta pada Rabu (12/8) dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pesawat transit di Bandara di Makassar untuk mengisi bahan bakar.

"Pada saat pengisian bahan bakar, petugas pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya," ujar Ali.

Saat itu, dikatakan Ali melihat Mumtaz Rais yang tak mematuhi imbauan pramugari hingga tiga kali.

"Karena yang bersangkutan masih terus bicara melalui telepon, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat, maka dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan pada yang bersangkutan (Mumtaz) untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan," jelas Ali.

Akan tetapi, Mumtaz tak menggubris dan memilih untuk melanjutkan pembicaraan lewat telepon. Nawawi kemudian kembali ke kursi, dan dikejutkan oleh pertanyaan Mumtaz, "Kamu Siapa?". Hal ini dibalas Nawawi: “saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama"," ucap Ali menirukan Nawawi.

Mumtaz lagi-lagi tak mengindahkan, bahkan menyampaikan beberapa hal hingga terlontar salah satu kalimat yang menyebut dirinya sedang bersama Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

"Atas jawaban tersebut kemudian Nawawi merespon bahwa ini adalah kewajiban sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama. Tidak ada hubungannya dengan posisi sebagai pejabat di mana pun, termasuk di DPR RI," terang Ali.

"Hal ini berangkat dari pemahaman, bahwa Pak Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR RI adalah orang-orang yang memahami hukum sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut," lanjutnya.

Namun usai mengetahui Nawawi merupakan pimpinan KPK, penumpang lainnya yang bersama dengan Mumtaz berinisiatif untuk meredakan permasalahan tersebut.

"Namun tentu saja kita memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru," beber Ali.

Atas kejadian itu, Nawawi memberikan informasi kepada Kapospol Terminal 3F.

Pimpinan KPK Tanggapi Vonis Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Halaman: 
Penulis : Iskandar