logo


Kasus Covid-19 di Selandia Baru Bertambah, Jacinda Ardern Perpanjang Lockdown Auckland

PM Jacinda Ardern memperpanjang aturan PSBB di Auckland hingga 26 Agustus

14 Agustus 2020 15:37 WIB

Jacinda Ardern
Jacinda Ardern istimewa

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Jumat (14/8) memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan aturan lockdown di Auckland sehingga memberikan tambahan waktu bagi otoritas kesehatan untuk dapat melacak dan menemukan asal usul soal munculnya kembali kasus Covid-19 pertama setelah 102 terakhir.

Ardern mengatakan bahwa aturan pembatasan sosial berskala besar tersebut akan diberlakukan hingga 26 Agustus mendatang.

Berdasar pemeriksaan, kasus infeksi Covid-19 terbaru ini berbeda dengan kasus Covid-19 sebelumnya yang terjadi di Selandia Baru pada awal tahun ini.


Antisipasi Turki, Perancis Kirim Sejumlah Jet dan Kapal Perang ke Laut Tengah

"Ini menunjukkan bahwa ini bukanlah kasus dimana virus tersebut selama ini tidak aktif...ini tampaknya merupakan hal baru bagi Selandia Baru," kata Arden dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (14/8).

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan yang sejauh ini dilakukan juga terbukti tidak ada kaitannya dengan para pendatang dari luar negeri yang tengah menjalani masa karantina.

Sejak muncul 4 kasus baru pada Selasa pekan ini, yang merupakan kasus pertama sejak 102 hari lalu, kini kasus Covid-19 di Selandia Baru meningkat hingga menjadi 30 kasus.

Ditengah adanya anggapan bahwa kasus tersebut bermula dari sebuah kargo pengiriman, Ardern menjelaskan bajwa sumber virus tersebut kemungkinan tidak akan pernah bisa ditemukan.

"Bersama-sama, kita telah berhasil menyingkirkan wabah Covid-19 sebelumnya. Kita telah menjaganya (tanpa penularan) selama 102 hari, lebih lama daripada negara-negara lain di dunia. Kita akan mampu melakukannya lagi," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Chris Hipkins mengatakan bahwa pihaknya menemukan dua kasus lainnya yang terjadi di luar kota Auckland. Namun, ia menyebut bahwa kedua kasus tersebut masih berkaitan dengan klaster Auckland.

"Kasus-kasus tersebut sejauh ini saling terhubung, semuanya merupakan bagian dari klaster Auckland, itu kabar baiknya," katanya.

Pemilu Belarus Kisruh, Uni Eropa Segera Jatuhkan Sanksi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia