logo


Bandingkan Kasus Jerinx dengan Penyiraman Novel Baswedan, Kemal Palevi: Demokrasi Hanya Narasi!

Kemal Pahlevi menilai demokrasi di Indonesia semrawut

14 Agustus 2020 10:24 WIB

Kemal Palevi
Kemal Palevi Instagram @kemalpalevi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komika Kemal Palevi turut memberi dukungan kepada musisi Jerinx yang ditahan karena dinilai melakukan ujaran kebencian. Ia menilai apa yang disampaikan Jerinx adalah sebatas kritik kepada pemerintah. Ia pun meminta Jerinx untuk segera dibebaskan.

Kemal juga memandingkan kasus yang menjerat penabuh drum band Superman Is Dead tersebut dengan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Ia menilai demokrasi di Indonesia semrawut. Pasalnya, Jerinx yang sebatas mengkritik diberi hukuman 6 tahun penjara. Sementara penyiram air keras Novel Baswedan yang secara nyata melakukan penganiayaan hanya diberi hukuman 1 tahun penjara.


Jerinx Dipenjara, Wasekjen Demokrat: Pernyataan Pejabat Kita yang Dulu Lebih Ngawur

"Ketika yang nyiram air keras cuma setahun, yang beropini dan mengkritik 6 tahun. Pencemaran nama baik katanya. Hmmm. 'Jika opini masuk bui, maka demokrasi hanya narasi'," tulis Kemal Palevi di akun Twitternya, Kamis (13/8/2020).

Unggahan Kemal Palevi tersebut langsung menuai banyak komentar dari netizen. Banyak netizen yang menilai sikap Jerinx salah, namun hukuman yang diberikan terkesan tidak adil.

"W setuju tapi gak dibebasin juga yaa harus di penjara karna yaa udah pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Yaa di hukum tapi yang logis," tulis akun@BigMaSuu di kolom komentar.

Jerinx Dipaksa Tes Swab, Pengacara Sebut Ada yang Janggal

Halaman: