logo


Pemilu Belarus Kisruh, Uni Eropa Segera Jatuhkan Sanksi

Beberapa negara anggota Uni Eropa akan segera menjatuhkan sanksi terhadap Belarus usai terjadinya bentrokan antara pihak keamanan dan para demonstran yang memprotes kemenangan Lukashenko pada pemilu Belarus

13 Agustus 2020 22:32 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Uni Eropa tampaknya akan segera menjatuhkan sanksi kepada Belarus pada akhir Agustus ini. Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah diplomat usai Presiden Belarus, Alexander Lukashenko mengambil tindakan keras terhadap aksi protes yang dipicu adanya sengketa hasil pemilu.

Menurut salah seorang diplomat yang tidak disebut namanya, Jerman, Lithuania, Latvia, dan Swedia telah mengumumkan akan menjatuhkan sanksi terhadap Belarus, yang akan dibicarakan pada pertemuan darurat anggota Uni Eropa pada Jumat (14/8).

Pasukan keamanan terlibat bentrokan dengan para demonstran di kota Minsk dan sejumlah kota lain di Belarus pada beberapa hari terakhir ini, usai Lukashenko mengklaim kemenangannya dalam pemilu yang digelar pada Minggu (8/8), dimana pihak oposisi merasa dicurangi. Sedikitnya 6 ribu demonstran telah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian setempat.


PBB Peringatkan Pandemi Covid-19 Dapat Picu Konflik yang Lebih Buruk

Meski banyak negara anggota Uni Eropa berniat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Belarus, namun Hungaria meminta Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur dialog dengan Belarus.

"Berapa banyak orang yang akan dimasukkan dalam daftar hitam (dijatuhi sanksi), seberapa dalam kita akan melangkah semua tergantung pada Hungaria," kata seorang diplomat Uni Eropa, dikutip dari Reuters pada Kamis (13/8).

Lukashenko, yang memimpin Belarus lebih dari seperempat abad, membantah adanya kecurangan pada hasil pemilu lalu dan menuding para pendemo telah bersekongkol dengan pihak asing seperti Rusia dan negara lain yang ingin menjatuhkan rezimnya.

Antisipasi Turki, Perancis Kirim Sejumlah Jet dan Kapal Perang ke Laut Tengah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia