logo


PBB Peringatkan Pandemi Covid-19 Dapat Picu Konflik yang Lebih Buruk

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berpotensi memperburuk situasi konflik di seluruh dunia

13 Agustus 2020 21:29 WIB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres REQnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pandemi virus Corona Covid-19 tidak hanya mengancam sektor perekonomian dan kesehatan saja, namun juga meningkatkan resiko terjadinya konflik yang mengancam perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam sebuah video konferensi dengan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (12/8).

"Pandemi tidak hanya mengancam perkembangan dan progres upaya perdamaian dunia, namun juga beriko meningkatkan konflik atau bahkan memicu konflik baru," katanya, dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (13/8).

Pada 23 Maret lalu, Guterres meminta adanya gencatan senjata di semua konflik yang terjadi di seluruh dunia, dan mengalihkan fokus kepada penanganan dan pencegahan wabah Covid-19.


PM Jacinda Ardern Prediksi Wabah Covid-19 di Auckland Semakin Memburuk

Sementara itu, mantan Sekjen PBB sebelumnya, Ban Ki-moon, mengatakan: "sangat menakjubkan bahwa dalam merespon pandemi, dunia telah menempatkan miliaran orang di bawah kebijakan lockdown, emnutup perbatasan internasional, menghentikan migrasi dan perdagangan, dan seluruh industri sementara waktu ditutup - namun belum dapat menghentikan konflik perang."

Di saat banyak negara tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, beberapa pihak justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan tindak kekerasan, lanjut Ban. Ia memberikan beberapa contoh, seperti kelompok militan Boko Haram yang meningkatkan tindak kekerasan mereka di Kongo, dan beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh kartel narkoba di Meksiko.

Ia juga memperingatkan bahwa dampak perekonomian "akan berlangsung dalam waktu yang lama dan semakin memburuk di sejumlah negara yang rawan konflik."

Kunjungi Slovenia, Pompeo Kampanye Jaringan 5G yang Bersih dari China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia