logo


Balas Aksi 'Balon Api', Israel Hentikan Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

Dihentikannya pengiriman bahan bakar ke dalam wilayah Gaza membuat warga di kota tersebut terancam tidak mendapatkan pasokan listrik

13 Agustus 2020 18:15 WIB

Gaza
Gaza istimewa

GAZA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Israel pada Kamis (13/8) mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan pengiriman bahan bakar ke dalam wilayah Gaza untuk merespon aksi peluncuran 'balon api' yang dilakukan oleh sejumlah warga Palestina dari dalam wilayah tersebut. Aksi peluncuran balon-balon api tersebut telah membakar kawasan perkebunan di dalam wilayah Israel.

Beberapa hari terakhir, warga palestina yang berada di dalam wilayah Gaza menerbangkan banyak balon helium yang disertai dengan material yang mudah terbakar untuk menekan pihak Israel seupaya melonggarkan blokade mereka di kawasan tersebut.

Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum mengatakan bahwa kebijakan Israel tersebut memperburuk kondisi perekonomian warga Gaza.


China Tingkatkan Latihan Perang, Taiwan Tambah Anggaran Belanja Militer

Mohammad Thabet, salah satu petugas di perusahaan pengiriman Gaza, mengatakan bahwa dihentikannya pengiriman bahan bakar tersebut dapat mematikan semua aliran listrik di Gaza. Kota berpenduduk sekitar 2 juta tersebut selama ini sangat bergantung pada Israel untuk suplai kebutuhan energi mereka. Gaza hanya menerima pasokan listrik selama 6 jam tiap hari.

Dalam beberapa malam terakhir, sejumlah pesawat tempur dan tank milik Israel melakukan penyerangan di beberapa fasilitas milik Hamas sebagai aksi balasan atas peluncuran 'balon api' tersebut. Serangan tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum di Gaza, termasuk sebuah sekolah milik PBB. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang tercatat.

Sejak 2008 silam, kedua pihak, baik Gaza dan Israel diketahui telah saling melempar serangan. Dengan alasan keamanan, Israel melakukan kontrol ketat di jalur-jalur penyebarangan di Gaza serta memblokir wilayah perairan di sekitarnya.

Daging Ayam Impor dari Brazil di Shenzhen Positif Terkontaminasi Virus Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia