logo


Fokus Kejar Akhirat Usai Bebas dari Penjara, Nazaruddin Janji Bangun Pesantren di Bogor

Nazaruddin akan fokus mengejar akhirat

13 Agustus 2020 12:12 WIB

Mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin usai menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2).
Mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin usai menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin telah resmi bebas murni dari penjara pada hari ini Kamis (13/8/2020). Ia mengaku mendapat banyak hikmah selama mendekam di penjara.

Nazaruddin pun mengaku tidak akan kembali ke dunia politik. Ia akan fokus mengejar akhirat dengan memperbanyak ibadah.

"Kalau saya semua bagi saya ini perjalanan yang harus saya lewati, yang pasti saya bersyukur Alhamdulillah, semua ini ada hikmahnya. Ke depan saya lebih fokus bagiamana mengejar akhirat," kata Nazaruddin di Bapas Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (13/8/2020).


Demokrat ke Gerindra: Nikmati Aja Melimpahnya Suaranya Saat Ini Tanpa Perlu Menyenggol Partai Lain

Ia berjanji akan membangun masjid dan pesantren di wilayah Bogor. Meski demikian, ia belum mau menjelaskan secara detail dimana lokasinya.

"Saya insyaallah akan bangun masjid, pesantren yang benar-benar akan menjadi background Indonesia kedepannya, kita sebagai umat muslim terbesar di dunia kan. Di Bogor, insyaallah nanti saya kasih tahu kepada rekan media, dimana titik-titiknya," ujarnya.

Diketahui, Nazaruddin bebas dari kasus korupsi yang menjeratnya. Ia terbukti menerima suap kasus wisma atlet sebesar Rp 4,6 miliar. Ia menerima suap tersebut dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI)  M El Idris.

Megawati Pertanyakan Kemampuan Milenial Memimpin, Demokrat: Pemimpin Itu Bukan soal Usia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati