logo


Anies Baswedan Dituding Pemimpin Intoleran, Pengamat: Punya Niat Jadi Capres, Perlu Dibusuki Sejak Dini

Ujang menyebut pembingkaian sosok Anies sebagai pemimpin intoleran bertujuan untuk menjatuhkan citranya.

13 Agustus 2020 10:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, angkat bicara soal sebutan pemimpin intoleran yang ditudingkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ujang menilai Anies punya celah untuk disudutkan sebagai pemimpin yang intoleran karena dekat dengan gerakan Persaudaraan Alumni (PA) 212

"Bisa saja memang ada pihak atau kelompok yang memframing Anies dengan tuduhan pemimpin intoleran. Karena lawan-lawan politik Anies melihat celah bahwa Anies dekat dengan kelompok PA 212," kata Ujang, seperti dilansir dari Tempo, Kamis (13/8).


Prediksi Prabowo Subianto Nyapres 2024, Pengamat: Tak Ada Kata Malu dalam Politik

Menurutnya, salah satu faktor kemenangan Anies pada Pilkada 2017 lalu itu adalah adanya dukungan PA 212.

Maka dari itu, Ujang menuturkan dalam kontestasi politik, Anies sangat rentan untuk dibingkai oleh lawannya sebagai pemimpin yang intoleran karena dukungan pada Pilkada kemarin.

"Di politik itu kan secara umum ada dua strategi. Pertama, strategi pencitraan diri. Kedua, strategi membusuki lawan politik," jelasnya.

Pembingkaian Anies sebagai pemimpin intoleran, lanjut Ujang, bertujuan untuk menjatuhkan popularitas dan elektabilitas mantan Mendikbud yang berpotensi maju di Pilpres 2024.

"Anies itu bagaimana pun punya niat jadi Capres atau Cawapres, jadi perlu dibusuki sejak dini," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertanyakan kepada pihak yang kerap menuduhnya sebagai pemimpin yang intoleran. Selama 2,5 tahun menjabat posisi orang nomor satu di Jakarta, Anies mengaku telah berusaha merangkul semua pihak.

"Tolong ditunjukkan selama dua tahun ini kebijakan mana yang intoleran. Tolong ditinjukkan, kebijakan mana yang diskriminatif," kata Anies dalam sebuah diskusi daring.

Slamet Maarif Sebut Kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Berkat Gerakan 212

Halaman: 
Penulis : Iskandar