logo


Tumpahan Minyak Kapal Jepang Hancurkan Progres Restorasi Bawah Laut Mauritius

Tumpahan kapal Jepang MV Wakashio mengancam sektor pariwisata Mauritius

12 Agustus 2020 22:06 WIB

Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius
Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius istimewa

NAIROBI, JITUNEWS.COM - Sejumlah relawan pada Selasa (11/8) tengah membersihkan sisa-sisa minyak yang tumpah di Samudera Hindia, dekat dengan pantai selatan Mauritus.

Kapal tanker Jepang, MV Wakashio, milik Mitsui OSK Lines Ltd, karam di pesisir pantai selatan Mauritius pada 25 Juli dan mulai menumpahkan minyak pada pekan lalu. Sementara pemerintah Mauritius baru memberlakukan status darurat pada JUmat (7/8). Diperkirakan 1,000 ton minyak telah tumpah dari lambung kapal yang menimbulkan kekhawatiran adanya kerusakan lingkungan.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya dengan kapal tersebut, kapal itu akan robek lebih besar," kata Yvan Luckhun, seorang relawan kepada Reuters.


Menteri Keuangan Inggris Akui Negaranya Tengah Alami Krisis Ekonomi

Perdana Menteri Mauritius Pravind Jugnauth mengatakan Setidaknya 2,000 ton minyak masih tersimpan di dalam lambung kapal MV Wakashio yang diperkirakan akan mengalami kerusakan yang lebih besar. Oleh karena itu, ia memperingatkan bahwa negara harus bersiap untuk menghadapi skenario terburuk.

Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar untuk perekonomian Mauritius. Pemerintah tengah bekerja sama dengan Perancis, mantan pemerintah kolonial, untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut.

Aktivis pecinta alam Vikash Tatayah mengatakan bahwa tumpahnya minyak di perairan Mauritius membuat upaya restorasi lingkungan hidup yang telah dimulai sejak tahun 2000 lalu menjadi sia-sia. Sisa-sisa minyak di laut diprediksi akan merusak koral dan karang serta kehidupan bawah laut lainnya.

"Ada kemarahan dan kecaman dari masyarakat mengenai lambatnya pemerintah (Mauritius) bertindak. Kapal tersebut telah karam selama hampir dua pekan sebelum kebocoran mulai terjadi," kata Tatayah.

Sementara itu, Mitsui OSK Lines dalam pernyataannya mengatakan: "Kami akan melakukan semua yang kita bisa untuk mengatasi situasi hal ini sesegera mungkin."

Presiden Iran Siap Bantu Lebanon Restorasi Pelabuhan Beirut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia