logo


Dapat Tekanan dari Berbagai Pihak, Jimmy Lai Akhirnya Dibebaskan

Polisi Hong Kong membebaskan Jimmy Lai, pengusaha media, yang diduga bersekongkol dengan pihak asing

12 Agustus 2020 19:45 WIB

Jimmy Lai (tengah) keluar dari kantor kepolisian Hong Kong
Jimmy Lai (tengah) keluar dari kantor kepolisian Hong Kong istimewa

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Taipan Media Hong Kong, Jimmy Lai, pemilik Tabloid Apple Daily, dan Agnes Chow, seorang aktifis pro demokrasi, telah dibebaskan usai ditangkap dan ditahan karena telah melanggar UU Keamanan Nasional yang mulai diberlakukan pada 30 Juni lalu di Hong Kong.

Diapit oleh kedua pengacaranya dan disambut oleh para pendukung yang meneriakkan "Berjuang hingga akhir" dan "dukung apple", Lai dibebaskan pada Rabu (12/8) dini hari tadi. Ia harus membayar uang jaminan sebesar USD 64,266 atau setara dengan Rp947 juta.

Jimmy Lai, yang kerap melontarkan kritik keras terhadap Partai Komunis China yang berkuasa di Beijing, ditangkap pada Senin (10/8) karena diduga telah bersekongkol dengan pihak asing. Melalui Facebook, para jurnalis Apple Daily langsung menyiarkan secara langsung saat 200 personil kepolisian Hong Kong menggeledah kantor mereka dan mengambil sejumlah dokumen.


Trump Sebut Virus Covid-19 Telah Merusak Hubungan Baiknya dengan Presiden China

Secara keseluruhan, kepolisian Hong Kong pada Senin (10/8) menangkap 10 orang aktifis pro-demokrasi yang melawan pemerintah. Penangkapan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak internasional, dan memunculkan kekhawatiran bahwa Beijing akan segera mengakhiri kebebasan yang mereka janjikan kepada Hong Kong saat wilayah tersebut diserahkan kembali kepada China oleh Inggris pada 1997 silam.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan bahwa penangkapan Jimmy Lai tersebut merupakan penghinaan atas kebebasan dari semua orang di seluruh dunia.

"Amerika Serikat akan terus berdiri bersama Jimmy Lai dan semua kebebasan rakyat Hong Kong," kata Pence dalam cuitan Twitternya.

Iran Tangkap Lima Warganya yang Jadi 'James Bond' untuk MI6 dan Mossad

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia