logo


Food Estate, Strategi Menghadapi Krisis (Bagian 2)

Pemerintah tengah mengejar target agar lumbung pangan (Food Estate) berbasis korporasi petani atau food estate di Kalimantan Tengah dapat segera digunakan pada Oktober 2020.

12 Agustus 2020 18:01 WIB

Petani
Petani kumparan

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah tengah mengejar target agar lumbung pangan (food estate) berbasis korporasi petani atau food estate di Kalimantan Tengah dapat segera digunakan pada Oktober 2020.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementerian Pertanian, Husnain mengatakan, Kementan telah menyiapkan 770.600 hektare (ha) lahan di eks pengembangan lahan gambut (PLG), Kalimantan Tengah.

PLG ini nantinya akan digunakan untuk kawasan food estate dan penyediaan lahan tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.


Indonesia Sebagai Negara Agraris Harus Mempunyai Food Estate

"Untuk meningkatkan cadangan pangan karena beliau (Jokowi) diberitahu akan ada krisis pangan, perubahan iklim yang sangat drastis, dan sebagainya," ujarnya dalam sebuah FGD bertemakan ‘Pembangunan Food Estate untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional di Bidang Pangan’ yang digelar secara virtual oleh Pusat pengkajian Strategi Nasional (PPSN), Kamis (6/7/2020).

Husnain menuturkan, pengembangan kawasan food estate pada tahap pertama 2020 mencakup lahan seluas 30 ribu ha. Kawasan ini berlokasi di Pulang Pisau sebesar 10 ribu ha dan Kapuas sebesar 20 ribu ha.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir mendukung penuh langkah pemerintah membangun food estate

Dia meminta pemerintah untuk menerapkan penuh sistem mekanisasi dalam food estate Kalimantan Tengah yang dipersiapkan mulai musim tanam pada Oktober mendatang.

“Food estate mutlak diperlukan di Indonesia karena lahan baku terus menyusut sementara jumlah penduduk meningkat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kemenko Perekonomian, Musdalifah Machmud optimis bahwa program lumbung pangan nasional ini juga bakal mendongkrak kesejahteraan petani.

Katanya, food estate menjadi salah satu bentuk konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, dan berujung pada meningkatnya ketahanan pangan.

Dia berujar, di masa krisis, hanya sektor pertanian yang mampu meningkatkan kontribusi dan tetap pada laju pertumbuhan positif. Hal itu berdasarkan dari hasil rilis produk domestik bruto (PDB) nasional oleh Badan Pusat Statistik.

“Karena itu, kalau kita mau mendorong pembangunan dan investasi ya memang yang paling sesuai saat ini ke sektor pertanian," kata Musdalifah.

Food Estate, Strategi Menghadapi Krisis (Bagian 1)

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar