logo


Status Zona Bisa Berubah-Ubah, Komnas PA Tolak Rencana Nadiem Buka Sekolah Tatap Muka

Komnas PA memperingatkan agar tidak menjadikan anak sebagai kelinci percobaan

12 Agustus 2020 12:27 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menolak rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang hendak membuka sekolah tatap muka di zona hijau dan zona kuning. Menurutnya, status zona penularan virus corona bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga tidak ada yang menjamin keamanan anak.

"Apa pun alasannya, zona hijau, kuning kah, orange kah atau warna lainnya. Jangan berlakukan anak sebagai kelinci percobaan atau serangan virus corona," kata Arist melalui keterangan persnya, Selasa (11/8/2020).

Arist menilai Kemendikbud seharusnya menjamin keselamatan dan keamanan anak di masa darurat. Bukan justru menjadikan anak sebagai bahan percobaan.


Kurangi Beban Kerja Guru di Masa Covid-19, Tapi Nadiem Makarim Meminta Hal Ini

Ia juga memaklumi bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih terkendala beberapa hal, mulai dari koneksi internet hingga rasa bosan yang dialami anak-anak. Namun menurutnya, hal tersebut bukanlah alasan yang tepat untuk kembali membuka sekolah secara tatap muka. Ia menilai harusnya pemerintah membenahi PJJ agar lebih optimal.

"Menyiapkan dan memberikan jaringan internet berbasis biaya di semua tempat. Bebas dari kuota internet untuk orang tua dan siswa. Subsidi dana BOS untuk peruntukan pembelian alat-alat elektronik," pungkasnya.

 

Boris Johnson Minta Sekolah di Inggris untuk Kembali Dibuka mulai September

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati