logo


Bantu Pembudidaya, KKP Bagi-bagi Bantuan Pakan dan Benih Ikan

Penyaluran bantuan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha perikanan di masyarakat

12 Agustus 2020 10:44 WIB

Penyerahan pakan ikan mandiri sebanyak 23 ton kepada pembudidaya di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan
Penyerahan pakan ikan mandiri sebanyak 23 ton kepada pembudidaya di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan ist

TATELU, JITUNEWS.COM - Pemerintah terus bekerja keras untuk melaksanakan program pemulihan ekonomi masyarakat guna memastikan kesejahteraan masyarakat dapat tetap terjaga. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut berperan dalam mewujudkan program pemulihan tersebut melalui kegiatan penyaluran bantuan langsung kepada stakeholder perikanan seperti yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu melalui kegiatan penyerahan pakan ikan mandiri sebanyak 23 ton kepada pembudidaya di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, serta 828.000 benih dan 2.000 calon induk ikan air tawar kepada pembudidaya di Sulawesi Utara.

Sebelumnya hingga akhir bulan Juni 2020, BPBAT Tatelu telah menyalurkan 3.8 juta ekor bantuan benih ikan air tawar, 8 ton pakan ikan mandiri dan 9.800 ekor calon induk ikan kepada pembudidaya di wilayah kerjanya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha perikanan di masyarakat, terutama kelompok pembudidaya ikan. Subsektor perikanan budidaya menjadi kegiatan yang sangat strategis karena dapat menghimpun banyak tenaga kerja yang dapat turut mendongkrak ekonomi rakyat serta mempercepat program pemulihan ekonomi nasional.


Restocking Benih Ikan Budidaya, Jurus Jitu Penuhi Ketahanan Pangan Nasional

“KKP terus memperkuat urgensi percepatan program penyaluran bantuan guna menjaga usaha produktif milik masyarakat seperti di bidang perikanan budidaya. Penyaluran bantuan yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia terbukti memberikan dampak yang baik untuk keberlangsungan usaha milik masyarakat,” papar Slamet.

Slamet meyakini bahwa kegiatan padat karya seperti budidaya ikan dapat menjadi instrumen untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Untuk penyerapan hasil produksi, selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, KKP juga telah menggandeng BUMN seperti Perinus dan Perindo untuk dapat menyerap hasilnya, sehingga pembudidaya tidak perlu khawatir.

“Dengan paduan komitmen pemerintah dan keseriusan pembudidaya untuk memanfaatkan bantuan secara tepat dapat terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Slamet.

Selaras dengan Slamet, Kepala BPBAT Tatelu, Fernando J. Simanjuntak berharap bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat banyak. Fernando juga memastikan bahwa penerima bantuan telah melalui tahap verifikasi yang ketat agar dapat tepat sasaran. Selain melakukan koordinasi dengan dinas perikanan setempat, BPBAT Tatelu juga menurunkan tim teknis untuk melakukan uji kelayakan dan verifikasi kepada calon penerima sebelum penyerahan bantuan dilakukan.

“Sesuai dengan anjuran gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kami terus memastikan bahwa program pemulihan ekonomi ini tetap sinergi dengan penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak selama proses verifikasi hingga penyerahan bantuan dilakukan, guna mencegah penyebaran virus makin meluas,” lanjut Fernando.

Di sisi lain, Fernando juga mendorong pembudidaya untuk dapat terus saling berbagi ilmu baik dengan sesama pembudidaya maupun dari penyuluh perikanan setempat. “Seiring bertambahnya ilmu dari para pelaku usaha budidaya, diharapkan mereka dapat terus berkembang menuju kesejahteraan bersama,” tutup Fernando.

KKP Dorong Pemanfaatan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan