logo


Putin Sebut Rusia Akan Jadi Negara Pertama yang Registrasi Vaksin Covid-19

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia akan menjadi negara pertama di dunia yang melakukan registrasi vaksin Covid-19

11 Agustus 2020 21:53 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (11/8) mengumumkan bahwa Rusia menjadi negara pertama di dunia yang akan meregistrasikan sebuah serum kandidat vaksin Covid-19.

Dalam sebuah pertemuan dengan kabinetnya, Putin mengatakan bahwa vaksin tersebut diberi nama Sputnik V yang diambil dari nama satelit pertama yang berhasil membawa manusia pertama kali ke luar angkasa.

"Saya berharap kita dapat segera melakukan produksi massal vaksin ini dalam waktu dekat, ini sangat penting," kata Putin dikutip dari Sputnik News pada Selasa (11/8).


Menlu Taiwan Sebut Pemerintah China Ingin Merubah Mereka Jadi Hong Kong Baru

Putin juga mengatakan bahwa salah satu putrinya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Dalam hal ini, ia telah ikut serta dalam sebuah uji coba. Usai vaksinasi pertama, suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celsius, kemudian di hari selanjutnya turun menjadi 37 derajat...Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua, suhu tubuhnya sedikit mengalami peningkatan lalu kembali turun, ia merasa sehat dan antibodinya tinggi," lanjutnya.

Sementara it, Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, mengatakan bahwa vaksin pertama buatan Rusia tersebut akan segera diproduksi secara massal melalui dua pihak yang berbeda, yakni Institut Penelitian Gamaleya dan Perusahaan Binnopharm.

"Rencana dua tahap penyuntikan membantu dalam pembentukan sebuah sistem kekebalan....yang bertahan hingga dua tahun," kata Murashko.

Murashko juga mengumumkan bahwa vaksin tersebut telah mendapatkan perhatian dari sejumlah negara didunia seperti Serbia dan Filipina. vaksin tersebut diharapkan akan segera beredar di masyarakat pada awal Januari 2021 mendatang.

Meski Jimmy Lai Ditangkap, Apple Daily Akan Terus Perjuangkan Kebebasan Pers di Hong Kong

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia