logo


Meski Jimmy Lai Ditangkap, Apple Daily Akan Terus Perjuangkan Kebebasan Pers di Hong Kong

Tabloid milik aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Apple Daily, berjanji akan terus berjuang untuk kebebasan pers meskipun sang pemilik, Jimmy Lai ditangkap polisi

11 Agustus 2020 21:20 WIB

Headline Tabloid Hong Kong Apple Daily
Headline Tabloid Hong Kong Apple Daily istimewa

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Tabloid Apple Daily berjanji akan terus menyuarakan kebebasan pers di Hong Kong meskipun Jimmy Lai, sang pemilik, ditangkap oleh kepolisian dibawah UU Keamanan Nasional baru yang diterbitkan oleh Pemerintah China. Pada Selasa (11/8), mereka bahkan memasang foto Jimmy Lai dalam keadaan tangan terborgol yang tengah dijemput oleh pihak kepolisian sebagai headline mereka.

"Apple Daily harus terus berjuang," judul headline tabloid tersebut, dilansir dari Reuters pada Selasa (11/8).

"Doa dan dukungan dari para pembaca dan penulis membuat kita percaya bahwa selama masih ada pembaca, penulis akan masih terus ada, dan oleh karena itu Apple Daily akan terus berjuang," lanjutnya.


Diserang Balon Api, Israel Tutup Perbatasan dengan Gaza

Jimmy Lai, yang lahir di China daratan, masuk secara ilegal ke Hong Kong melalui sebuah kapal ikan saat dirinya masih berusia 12 tahun, merupakan salah satu aktivis pro demokrasi terpenting yang kerap melontarkan kritik keras terhadap Partai Komunis yang berkuasa di Beijing.

Penangkapannya menuai kecaman dari berbagai pihak pro demokrasi, baik dalam dan luar Hong Kong, dan menimbulkan kekhawatiran akan berhentinya kebebasan yang dijanjikan oleh Beijing saat bekas koloni Inggris tersebut dikembalikan ke China pada tahun 1997 silam.

Di bawah UU yang diberlakukan di Hong Kong mulai 30 Juni tersebut akan menjatuhkan sanksi hingga seumur hidup bagi siapapun yang dianggap membahayakan situasi politik China.

Pemerintah Hong Kong dan China menyebut UU tersebut sangat diperlukan untuk mengembalikan tatanan kehidupan usai adanya gelombang protes anti pemerintah yang berlangsung selama berbulan-bulan sejak tahun 2019 lalu yang terjadi karena munculnya kekhawatiran bahwa China secara perlahan berupaya mengikis kebebasan rakyat Hong Kong.

Menlu Taiwan Sebut Pemerintah China Ingin Merubah Mereka Jadi Hong Kong Baru

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia