logo


Australia Utara Tutup Perbatasan dari Negara Bagian Lain Hingga Tahun 2022

Australia Utara akan menutup perbatasan mereka dari negara bagian lain yang terdampak wabah Covid-19 setidaknya hingga tahun 2022 mendatang

11 Agustus 2020 19:18 WIB

Australia
Australia istimewa

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Wilayah terpencil di Australia Utara akan tetap menutup perbatasan dengan negara bagian lain yang memiliki kasus Covid-19 hingga setidaknya 18 bulan ke depan.

Australia kini tengah menghadapi gelombang kedua wabah Covid-19 di kawasan selatan dan timur, dengan 8 ribu kasus di Melbourne dan sejumlah kasus dari kluster di Sydney. Diluar kawasan tersebut, penyebaran virus Covid-19 dapat secara efektif dihentikan.

Perdana Menteri Scott Morrison telah mengatakan bahwa larangan perjalanan antar negara bagian akan terus diberlakukan hingga akhir tahun ini.


PBB Sebut Bantuan 50 Ribu Ton Tepung Gandum Tiba di Beirut dalam Waktu 10 Hari

Pada pekan lalu, negara bagian Queensland kembali menutup perbatasan mereka dengan negara bagian New South Wales, termasuk Sydney dan Teritori Ibukota Australia. Negara bagian Australia Utara yang berpenduduk jarang diketahui telah terbebas dari wabah Covid-19 sejak bulan Mei lalu. Pemerintah setempat menyarankan semua pengunjung yang datang dari sejumlah kawasan pusat penyebaran virus Covid-19 untuk tidak memasuki kawasan tersebut hingga 18 bulan atau tahun 2022 mendatang.

Pengunjung dari pusat penyebaran tersebut masih dapat memasuki wilayah Australia Utara namun harus menjalani masa karantina selama 14 hari di hotel dengan biaya pribadi.

Gubernur Australia Utara Michael Gunner mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk mencegah penyebaran virus dari negara bagian Victoria dan New South Wales.

"Kita memiliki larangan untuk Victoria dan Sydney...Saya tidak bisa memberitahu kapan aturan pembatasan tersebut akan segera diangkat," katanya dikutip dari BBC pada Selasa (11/8).

Negara bagian New South Wales melaporkan 22 kasus baru dan Victoria melaporkan 331 kasus dengan 19 kematian. Victoria menjadi salah satu pusat penyebaran wabah Covid-19 gelombang kedua, namun penurunan jumlah kasus yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa kebijakan lockdown yang diberlakukan di negara bagian tersebut efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

"Tidak ada yang menginginkan diberlakukan aturan ini namun...ini adalah satu-satuya cara bagi kita untuk menurunkan jumlah kasus," kata Gubernur Victoria, Daniel Andrews.

Penangkapan Jimmy Lai Tuai Kecaman dari Pihak Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia