logo


Penangkapan Jimmy Lai Tuai Kecaman dari Pihak Internasional

AS dan Inggris menyebut penangkapan Jimmy Lai merusak kebebasan dan hak rakyat Hong Kong

11 Agustus 2020 18:45 WIB

Jimmy Lai saat ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong
Jimmy Lai saat ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong Nypost

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ditangkapnya pengusaha media Hong Kong, Jimmy Lai oleh pihak kepolisian mendapat kritikan dan kecaman dari pihak internasional. Beberapa tokoh politik internasional menilai UU Keamanan Nasional, yang diterbitkan oleh Beijing untuk diberlakukan di Hong Kong, digunakan oleh pemerintah untuk meredam kritik terhadap pemerintah yang akan menghancurkan demokrasi di Hong Kong.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan bahwa penangkapan Jimmy Lai tersebut merupakan penghinaan atas kebebasan dari semua orang di seluruh dunia.

"Amerika Serikat akan terus berdiri bersama Jimmy Lai dan semua kebebasan rakyat Hong Kong," kata Pence dalam cuitan Twitternya, dikutip dari SCMP pada Selasa (11/8).


Duterte Optimis Vaksin Buatan Rusia Efektif Cegah Infeksi Covid-19

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo juga mengatakan bahwa penangkapan Jimmy Lai tersebut adalah bukti bahwa pemerintah China ingin mengakhiri kebebasan Hong Kong.

"Saya sangat terganggu dengan adanya kabar penangkapan Jimmy Lai dibawah UU Keamanan Nasional Hong Kong tersebut," kata Pompeo.

"Bukti lanjutan bahwa Partai Komunis China telah mengakhiri kebebasan Hong Kong dan mengikis hak asasi rakyatnya," tambah Pompeo.

Kecaman juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Melalui juru bicaranya, Boris Johnson menyebut hal itu adalah upaya untuk membungkam pihak oposisi.

"Kami sangat prihatin dengan penangkapan Jimmy Lai dan enam orang lain di Hong Kong," ujarnya.

"Ini membuktikan bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional dipergunakan untuk membungkam oposisi. Otoritas Hong Kong jarus menjunjung tinggi hak dan kebebasan rakyatnya," tambahnya.

PBB Sebut Bantuan 50 Ribu Ton Tepung Gandum Tiba di Beirut dalam Waktu 10 Hari

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia