logo


Wasekjen MUI: Siapa Bilang Ulama Indonesia Tidak Berpolitik?

Zul mencontohkan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari yang pernah mendirikan partai Islam, Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi.

11 Agustus 2020 05:15 WIB

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain tak sependapat dengan pernyataan yang menyebut ulama tidak berpolitik praktis.

Zul mencontohkan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari yang pernah mendirikan partai Islam, Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi.

“Setelah 3 minggu RI Merdeka, KH Hasyim Asy’ari memprakarsai Kongres Umat Islam I di Yogjakarta. Hasilnya terbentuklah partai Islam pertama yang diharapkan satu-satunya yakni Masyumi,” ujar Tengku Zul melalui cuitan Twitternya, dilihat pada Selasa (11/8).


NasDem Persilahkan Rizieq Shibab Maju di Pilpres 2024, Asalkan...

“Jadi siapa bilang ulama Indonesia tidak berpolitik? Berani mengatakan beliau dkk politik bertopeng agama?” tambahnya.

Namun, lanjut dia, Partai Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno. Sementara tokoh-tokoh di dalamnya dijebloskan ke penjara.

“Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) akhirnya dibubarkan Bung Karno tahun 1960. Dan Tokoh tokohnya dipenjarakan tanpa pengadilan juga. Antara lain Muhammad Roem 4 tahun 4 bulan. Buya Hamka hampir 2 tahun. Isa Anshori dll. Semoga Allah memuliakan para Tokoh,” tandasnya.

Singgung Ulama yang Selalu Merapat ke Rezim, Tengku Zulkarnain: Sukanya Meraih Untung dari Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Iskandar