logo


Pemerintah Afghanistan-Taliban Segera Gelar Negosiasi Damai di Qatar

Sejumlah sumber dari kedua belah pihak mengatakan bahwa negosiasi damai akan segera dilakukan usai pemerintah Afghanistan membebaskan 400 orang sisa tahanan

10 Agustus 2020 20:48 WIB

Anggota Pasukan Taliban
Anggota Pasukan Taliban istimewa

KABUL, JITUNEWS.COM - Perjanjian damai antara pemerintah AFghanistan dan kelompok militan Taliban tampaknya akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini di Qatar, jika pemerintah Afghanistan telah membebaskan sisa anggota Taliban yang mereka tahan.

"Kami siap untuk duduk dan melakukan pembahasan dalam satu pekan setelah sisa anggota kami dibebaskan. Kami siap," kata juru bicara Taliban, Suhail Shaheen dikutip dari Reuters pada Senin (10/8).

Sementara itu, salah seorang narasumber pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa Presiden Ashraf Ghani tampaknya akan menandatangani sebuah surat keputusan untuk membebaskan para tahanan tersebut.


Beberapa Negara Arab Minta Embargo Senjata Iran Diperpanjang, Teheran: Tidak Masuk Akal

"Semua orang tengah menunggu Ghani untuk menandatangani dekrit tersebut. Rencana awalnya adalah untuk melakukan perjalanan ke Doha (Qatar) pada Rabu dan pembicaraan (dengan Taliban) akan dimulai pada Minggu," ujar salah satu narasumber anonim tersebut.

Zalmay Khalilzad, perwakilan khusus AS yang mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari terkait penarikan pasukan AS, menyambut baik progres tersebut.

"Dalam beberapa hari yang akan datang kita berharap pembebasan tahanan tersebut selesai, kemudian perjalanan tim pemerintah (Afghanistan) ke Doha, dan dari sana segera dimulainya negosiasi intra-Afghanistan," katanya melalui cuitan Twitter.

Sebelumnya, pihak Taliban telah meminta pemerintah untuk membebaskan 400 tahanan terakhir dari 5000 anggota mereka yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan sebagai syarat adanya negosiasi damai. Namun, pemerintah tidak mengabulkannya karena tahanan tersebut terlibat beberapa tindak kekerasan yang sangat buruk, termasuk peledakan truk di dekat Kedutaan Besar Jerman di Kabul pada tahun 2017 lalu yang menewaskan lebih dari 150 orang.

ISIS Akan Kembali ke Libya Jika Konflik Tak Segera Diakhiri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia