logo


Beberapa Negara Arab Minta Embargo Senjata Iran Diperpanjang, Teheran: Tidak Masuk Akal

Iran mengecam adanya permintaan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah kepada PBB tentang perpanjangan sanksi embargo senjata Iran

10 Agustus 2020 18:57 WIB

Ilustrasi senjata
Ilustrasi senjata istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Gulf Cooperation Council (GCC) meminta kepada PBB untuk memperpanjang sanksi embargo senjata Iran yang akan segera berakhir pada bulan Oktober mendatang. Permintaan tersebut tentunya mendapat penolakan dari Iran yang menyebutnya sebagai permintaan yang 'tidak masuk akal'.

GCC, yang beranggotakan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, mengatakan bahwa Iran terus melakukan intervensi di sejumlah negara yang tengah mengalami konflik sehingga perpanjangan sanksi embargo tersebut perlu dilakukan.

"GCC saat ini berada pada tingkat tertinggi dari ketidakmampuan-nya dan kebijakan yang tidak masuk akal yang menggambarkan tidak efektifnya (kelompok itu)," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Reuters pada Senin (10/8).


Trump Minta Pemerintah Lebanon Lakukan Investigasi Ledakan Beirut Secara Transparan

"Dewan tersebut, terguncang oleh kebijakan dan perilaku yang keliru dan merusak dari beberapa negara anggota, yang telah berubah menjadi sebuah corong anti-Iran," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo pada pekan lalu mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan menggelar jajak pendapat pada pekan ini atas permintaan AS mengenai perpanjangan sanksi embargo senjata Iran, meskipun sejumlah diplomat mengatakan bahwa permintaan tersebut tidak memiliki sejumlah bukti pendukung yang kuat.

Pada bulan Mei lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam akan mengeluarkan aksi balasan jika embargo tersebut diperpanjang.

Ledakan Beirut Bentuk Sebuah Kawah Sedalam 43 Meter

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia