logo


Viral Kerusuhan Rasial di Solo, Denny Siregar Heran: Kok Selalu Dikaitkan ke Jokowi Ya?

Denny Siregar menilai harusnya kerusuhan rasial di Solo menjadi tanggung jawab kepala daerah

10 Agustus 2020 09:31 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan video penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok massa di Kota Solo, Jawa Tengah. Penyerangan tersebut terjadi di kediaman almarhum Habib Segaf Al Jufri pada Sabtu (8/8/2020).

Menanggapi hal tersebut, pegiat media sosial Denny Siregar merasa heran dengan sejumlah pihak yang mengaitkan aksi penyerangan tersebut dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya penyerangan tersebut menjadi tanggung jawab kepala daerah.

"Yang saya heran itu masalah kerusuhan rasial di Solo, kok dikaitkan ke @jokowi ya? Kan di sana ada walikotanya. Tanya dong walikotanya. Atau tanya Gubernur Jateng @ganjarpranowo lah sertidaknya," tulis Denny Siregar di akun Twitter pribadinya, Senin (10/8/2020).


Jokowi Teken PP Alih Status Pegawai KPK, Novel Baswedan: Itu Tahap Akhir Pelemahan KPK

Ia pun menyesalkan sejumlah pihak yang selalu mengaitkan musibah di Solo dengan Jokowi. Sementara terkait prestasi yang dipuji adalah pimpinan daerah.

"Kalau daerah prestasi yang dipuji Pemdanya, kalau masalah yang dicaci Presidennya," lanjutnya.

Diketahui, pada video yang beredar tersebut, kelompok laskar memaksa acara hajatan di kediaman almarhum Habib Segaf Al Jufri dibubarkan. Mereka menuding acara tersebut adalah acara keagamaan yang sesat.

Kelompok tersebut berteriak "Allahuakbar, bubar, kafir. Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal bunuh".

Kelompok tersebut juga terlihat merusak sejumlah mobil di tempat kejadian. Bahkan ada anggota keluarga almarhum Habib Segaf Al Jufri yang terluka lantaran di pukuli secara beramai-ramai.

Sementara itu, Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Adhis Dhani membenarkan adanya peristiwa kerusuhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa acara di kediaman  almarhum Habib Segaf Al Jufri adalah acara doa bersama sebelum acara akad nikah.

"Memang benar ada insiden tersebut, tapi tidak itu yang dibakar-bakar. Padahal itu acara manten (pernikahan) mau berdoa bersama keluarga besok pagi gelar akad nikah," ujar Adhis kepada wartwan, Minggu (9/8/2020).

 

Eks Ketua KPK: Tidak Ada Lagi Kerja Penindakan Tipikor, Adanya Cuma Sosialisasi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati