logo


FIlipina Segera Uji Coba Obat Covid-19 Buatan Jepang, Avigan

Pada Senin pekan depan, Filipina akan menggelar uji coba obat anti virus buatan Jepang, Avigan. Obat tersebut akan diberikan langsung kepada para pasien Covid-19

8 Agustus 2020 12:50 WIB

Obat anti virus Avigan
Obat anti virus Avigan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Uji coba obat antivirus buatan Jepang, Avigan, untuk digunakan dalam perawatan pasien Covid-19 akan segera dimulai di Filipina pada Senin pekan depan.

Dilansir dari South China Morning Post pada Sabtu (8/8), pengumuman uji coba tersebut datang usai sebuah pengiriman 199 ribu tablet Avigan yang dikirim oleh pemerintah Jepang sebagai bantuan, tiba di Manila pada Kamis (6/8) kemarin.

Meskipun Kedutaan Besar Jepang menekankan bahwa tingkat efektifitas obat tersebut sejauh ini masih belum bisa dipastikan, namun sejumlah pakar kesehatan sangat optimis bahwa obat itu akan berperan dalam perawatan dan pemulihan pasien Covid-19.


AS Jatuhkan Sanksi Personal kepada Pemimpin Hong Kong Carrie Lam

Pemerintah Jepang sendiri sebenarnya telah mengijinkan proses produksi Avigan, salah satu obat jenis favipiravir, pada 2014 lalu, namun obat tersebut hingga kini belum pernah sekalipun dijual di pasaran.

Salah satu pakar kesehatan Filipina, Dr Anthony Leachon, berharap bahwa obat tersebut mampu digunakan untuk membunuh virus yang menginfeksi pasien - berbeda dengan penggunaan vaksin, yang memproduksi kekebalan pada tubuh orang yang belum terinfeksi.

Jika percobaan tersebut berhasil, obat tersebut dapat diproduksi dengan biaya murah secara lokal dengan lisensi dari Fujifilm Toyama Chemical, selaku perusahaan pengembang Avigan.

Sementara itu, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Taiwan mencatat bahwa dalam sebuah percobaan yang dilakukan pada hewan kera, Avigan diketahui dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan mematikan sel embrio. Oleh karena itu, obat tersebut tidak dianjurkan untuk dipergunakan bagi wanita hamil. Obat tersebut juga dapat meningkatkan kandungan asam urat yang larut dalam darah, dan kaum pria disarankan untuk tidak melakukan hubungan suami-istri selama tujuh hari usai mengonsumsi obat tersebut.

Kontra Intelijen AS Waspadai China dan Rusia Intervensi Pemilu AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia