logo


Beirut Hancur Akibat Ledakan, Warga: Kami Tak Mungkin Mampu Membangun Kembali

Ledakan besar yang terjadi pada Selasa (4/8) membuat krisis perekonomian yang dihadapi oleh Lebanon semakin parah

8 Agustus 2020 10:01 WIB

Kota Beirut yang hancur karena ledakan
Kota Beirut yang hancur karena ledakan istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Warga masyarakat Beirut kini telah memulai untuk kembali membenahi kehidupan dan tempat tinggal mereka yang hancur akibat ledakan yang terjadi di ibukota Lebanon tersebut pada Selasa (4/8). Ledakan dahsyat tersebut menewaskan lebih dari 150 orang dan meninggalkan kerugian material hingga USD 15 Miliar bagi negara yang tengah dilanda krisis ekonomi tersebut.

Usai insiden tersebut, warga yang marah turun ke jalan untuk mendesak adanya revolusi di dalam pemerintahan yang selama ini diyakini sebagai penyebab hancurnya perekonomian Lebanon yang kini semakin memburuk menyusul adanya insiden ledakan tersebut.

"Kami tak mungkin mampu membangun kembali rumah ini. Dimana pemerintah?" kata Tony Abdou, salah satu warga yang tinggal di kawasan Gemmayze, sebuah distrik yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi sumber ledakan, dikutip dari AFP pada Sabtu (8/8).


Tak Ingin Bernasib seperti Lebanon, India Amankan Kargo Berisi 740 Ton Ammonium Nitrat

"Apakah kita sebenarnya masih memiliki sebuah pemerintahan disini? kata Nassim Abiaad, warga lainnya.

"Tidak mungkin (bagi kita) untuk menghasilkan uang lagi," tambahnya.

Pada Kamis (6/8), Presiden Perancis Emmanuel Macron datang dengan membawa kargo berisi bantuan kemanusiaan dan meninjau langsung lokasi ledakan. Ia langsung disambut oleh kerumunan warga Lebanon yang memintanya untuk membantu adanya perubahan politik dan pemerintahan Lebanon. Macron menjamin bahwa bantuan kemanusiaan internasional tidak akan dikorupsi oleh pihak pemerintah Lebanon.

Cuaca Buruk, 17 Orang Tewas dalam Insiden Kecelakaan Pesawat Air India Express

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia