logo


Yogyakarta Tak Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19, Mahfud MD: Malah Bagus...

Mahfud menjelaskan bahwa selama masyarakat masih bisa diajak bicara, tak perlu Mahfud menjelaskan bahwa selama masyarakat masih bisa diajak bicara, tak perlu penegakan hukum.

8 Agustus 2020 09:15 WIB

Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD tak menyambut baik keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang tak memberi sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19.

Menurut Mahfud, tak semua jenis pelanggaran harus dijerat dengan sanksi.

"Kita setuju itu, malah bagus kalau bisa tanpa harus penegakan hukum. Masyarakat bisa diajak tertib. Itu bagus jadi tidak ada sanksi-sanksi," ujar Mahfud saat menggelar konferensi pers secara virtual bersama awak media, Jumat (7/8).


Soal Penanganan Covid-19, Andi Arief ke Jokowi: Butuh Apa Lagi dari Rakyat?

Langkah Sultan HB X, lanjut dia, adalah cermin bahwa masyarakat Yogyakarta bisa menaati aturan tanpa harus takut dijatuhi sanksi.

Mahfud menyadari tiap daerah punya budaya dan adat masing-masing. Salah satunya soal ketertiban dan sanksi terkait penanganan Covid-19. Ia menilai penegakan hukum bisa dijadikan opsi terakhir.

"Selama masih bisa diajak bicara, ya enggak usah penegakan hukum dalam arti penegakan hukum pidana," jelasnya.

Pengawasan Protokol Kesehatan, Mahfud: Peran TNI dan Polri yang Banyak

Halaman: 
Penulis : Iskandar