logo


Kurangi Beban Kerja Guru di Masa Covid-19, Tapi Nadiem Makarim Meminta Hal Ini

Ia meminta setiap guru melakukan asesmen diagnostik.

8 Agustus 2020 09:30 WIB

nadiem makarim
nadiem makarim sangpengajar.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melakukan relaksasi aturan terhadap para guru di tengah situasi pandemi Covid-19. Ia mengumumkan bahwa guru tak mesti memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu.

Hal itu disampaikan dalam taklimat media tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, secara virtual, Jumat 7 Agustus 2020.

"Sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam,” jelas Nadiem.


Data Terbaru Covid-19 di Indonesia, Kasus Positif Bertambah 2.473

Akan tetapi, Nadiem mengimbau para guru membantu siswa yang terdampak pandemi Covid-19. Ia meminta setiap guru melakukan asesmen diagnostik.

Asesmen dilaksanakan di semua kelas secara berkala demi mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Diketahui, asesmen non-kognitif diperlukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa. Seperti hanya kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa.

Sementara asesmen kognitif, dilakukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa.

Hasil asesmen tersebut akan digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan bagi peserta didik yang tertinggal.

Soal Penanganan Covid-19, Andi Arief ke Jokowi: Butuh Apa Lagi dari Rakyat?

Halaman: 
Penulis : Iskandar