logo


Kematian Akibat Covid-19 di AS Diprediksi Meroket Hingga 300 Ribu pada Desember 2020

Pakar kesehatan dari Universitas Washington memprediksi jumlah kematian akibat wabah Covid-19 di AS akan meningkat menjadi 300 ribu kasus pada Desember mendatang

7 Agustus 2020 14:30 WIB

Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19
Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah pakar kesehatan dari Universitas Washington (IHME) memprediksi jumlah kematian akibat infeksi virus Corona Covid-19 di Amerika Serikat akan mencapai lebih dari 300 ribu pada bulan Desember mendatang, meskipun 70 ribu lainnya akan selamat jika aturan penggunaan masker dijalankan dengan baik.

Prediksi tersebut diumumkan usai salah satu penasihat kesehatan Gedung Putih memperingatkan bahwa sejumlah kota besar di AS akan menjadi episentrum baru wabah Covid-19 di AS jika pemerintah tidak memperketat aturan pencegahan.

"Kami melihat sebuah rollercoaster (naik turun) di AS. Tampaknya masyarakat akan lebih taat dalam mengenakan masker dan menjaga jarak sosial saat jumlah kasus infeksi naik, kemudian saat jumlah kasus turun, masyarakat melepaskan penjagaannya," kata Dr. Christopher Murray, Direktur IHME, dikutip dari Reuters pada Jumat (7/8).


Diam-diam, AS Lakukan Negosiasi Penjualan Drone Tempur dengan Taiwan

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di AS saat ini telah menembus angka 159 ribu. Angka tersebut merupakan angka kematian tertinggi diantara semua negara di seluruh dunia. Sedangkan jumlah kasus positif Covid-19 di AS telah mencapai 4,9 juta kasus.

IHME mengatakan meskipun jumlah kasus di sejumlah negara bagian yang sebelumnya merupakan pusat penyebaran wabah Covid-19, seperti Arizona, California, Florida, dan Texas telah menurun, namun Colorado, Idaho, Kansas, Kentucky, Mississippi, Missouri, Ohio, Oklahoma, Oregon, dan Virginia justru meningkat.

Pakar kesehatan meyakini peningkatan kasus tersebut sangat berkaitan dengan adanya perjalanan wisata musim panas ini.

 

ByteDance Akan Bangun Pusat Data TikTok Eropa di Irlandia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia