logo


Telepon Pentagon, Menhan China Minta AS Batalkan Kunjungan ke Taiwan

China mendesak AS untuk membatalkan rencana kunjungan Menteri Kesehatan Alex Azar ke Taiwan

7 Agustus 2020 10:06 WIB

berita internasional

BEIJING, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe, memperingatkan AS untuk tidak meningkatkan ketegangan antara Taiwan dan China. Hal tersebut ia sampaikan dalam panggilan telepon dengan Menhan AS, Mark Esper pada Kamis (6/8), sehari usai AS mengumumkan akan mengunjungi Taiwan dalam waktu dekat.

Kepada Esper, Wei meminta AS untuk tidak melakukan langkah berbahaya yang dapat memicu peningkatan ketegangan situasi antara China dan Taiwan.

"Mark Esper meminta PRC (China) untuk lebih transparan mengenai Covid-19, menyampaikan kekhawatirannya mengenai tindakan China di sekitar kawasan Taiwan di Laut China Selatan dan mendesak China untuk menghormati kewajiban internasional," kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman, dikutip dari CNA pada Jumat (7/8).


Wabah Covid-19 Kembali Muncul, Vietnam Tak Akan Kembali Lockdown

Seperti diketahui, Amerika Serikat belakangan ini tengah meningkatkan kampanye diplomatiknya dalam melawan Beijing. AS mengecam semua tindakan China, mulai dari isu pelanggaran HAM muslim Uyghur, percobaan kolonialisasi di kawasan Laut China Selatan, dan penggunaan teknologi dan aplikasi populer seperti TikTok untuk mengakses ratusan juta informasi data pengguna di seluruh dunia.

Pada Rabu (5/8), Beijing dibuat meradang usai Washington mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim Menteri Kesehatan Alex Azar ke Taiwan untuk bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen dan sejumlah pejabat lainnya.

Azar akan menjadi utusan pertama dari AS yang akan berkunjung ke Taiwan sejak 1979, yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan AS meski menjadi salah satu sekutunya.

Juru bicara Kemenlu China, Wang Wenbin meminta pertemuan tersebut untuk dibatalkan.

"China sangat menentang pertukaran pejabat antara AS dan Taiwan. Kami mendesak AS untuk membatalkannya, untuk mencegah adanya situasi yang lebih membahayakan pada hubungan China-AS, serta kedamaian dan kestabilan di selat Taiwan," tukasnya.

WHO Sebut Ekonomi Global Bisa Cepat Pulih Jika Vaksin Tersedia untuk Semua Orang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia