logo


Sentil Pemprov DKI Soal Revisi Data Kantor Tutup, Golkar: Jangan-jangan Tidak Punya Data Akurat

Politisi Golkar menilai Pemprov DKI lalai dalam hal pengawasan

7 Agustus 2020 09:08 WIB

Basri Baco
Basri Baco Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertrans), Andri Yansyah mengklarifikasi data 26 kantor yang ditutup karena karyawannya positif corona. Ia mengatakan total kantor yang ditutup sebanyak 31.

"Kami mohon maaf atas kesalahan administrasi yang terjadi. Saya luruskan bahwa yang benar 31 kantor yang ditutup sementara. 24 kantor ditutup sementara karena ada laporan kasus positif Covid-19, sedangkan 7 kantor lainnya ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan Covid-19," kata Andri dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir detikcom, Kamis (6/8/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menilai Pemprov DKI lalai dalam hal pengawasan. Ia pun meragukan Pemprov DKI memiliki data yang akurat.


Dampak Covid-19 Mengkhawatirkan, AHY Instruksikan Kadernya di Parlemen, "Jangan Sampai Gagal Fokus!"

"Jangan-jangan mereka tidak punya data akurat karena tidak ada kontrol yang maksimal selama ini. Pemprov lalai dalam pengawasan sehingga terjadi begini. Jangan terulang lagi," kata Basri Baco.

Basri Baco juga meminta Pemprov DKI meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian, termasuk di perkantoran. Selain itu pelanggar protokol kesehatan perlu ditindak secara tegas.

"Kontrol ketat perkantoran, dan mal serta pasar. Pasang tentara kalau perlu di semua perkantoran yang bandel tidak mau jaga protokol kesehatan," tegasnya.

Indonesia Dituding Menuju Herd Immunity, Pemerintah Bantah: Mitigasi Selalu Hati-hati

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati