logo


KTNA: Food Estate Mutlak Diperlukan di Indonesia

Pemerintah diminta untuk menerapkan penuh sistem mekanisasi dalam food estate Kalimantan Tengah yang dipersiapkan memulai musim tanam pada Oktober mendatang.

6 Agustus 2020 19:28 WIB

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM-Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir mengatakan pengembangan Food Estate (Lumbung Padi) di Indonesia mutlak diperlukan karena lahan baku terus menyusut sementara jumlah penduduk meningkat.

Pemerintah diminta untuk menerapkan penuh sistem mekanisasi dalam food estate Kalimantan Tengah yang dipersiapkan memulai musim tanam pada Oktober mendatang.

Demikian disampaikan Winarno Thohir dalam sebuah FGD bertemakan ‘Pembangunan Food Estate untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional di Bidang Pangan’ yang digelar secara virtual, Kamis (6/7/2020).


Saatnya Wilayah Perbatasan di Kalbar Dijadikan Lumbung Padi

Dalam hal ini, Winarno Thohir menyinggung kegagalan pembangunan Food Estate yang pernah terjadi. Kegagalan itu disebutnya karena masih menggunakan teknologi konvensional.

“Food estate sebelumnya selalu gagal karena pakai teknologi konvensional, jadi repot. Jadi masalah utamanya di teknologi," kata dia.

Winarno Thohir menambahkan bahwa pengembangan lahan marjinal untuk pangan masih sangat luas di bandingkan lahan baku yang kita manfaatkan saat ini hanya 7,46 juta ha saja.

Menurutnya jika dihitung luas panen per kapita kita hanya 408 m2/kapita suatu jumlah yang sangat minim menghadapi perubahan iklim dan gangguan Covid -19.

“Perlu adanya teknologi untuk mengatasi lahan marginal dengan membuat benih hasil rakitan produk rekaya genetika yang disesuaikan dengan kondisi lahan (Rawa Lebak, Pasang Surut, lahan gambut dll) tahan terhadap hama penyakit tertentu, Toleran kekeringan dan kebanjiran serta tahan terhadap cekaman Biotik dan Abiotik,” pungkasnya.

Diketahui Pemerintah tengah mengejar target agar lumbung pangan (Food Estate) berbasis korporasi petani atau food estate di Kalimantan Tengah dapat segera digunakan pada Oktober 2020.

Operasional food estate tahap pertama bakal dimulai di lahan seluas 30 ribu hektare dan fokus pada komoditas padi.

Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Buktikan dengan Bendungan Baru Setiap Tahunnya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar