logo


Husnain: Pengembangan Kawasan Food Estate untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Menurutnya pengembangan kawasan food estate berbasis korporasi petani ini diarahkan untuk membangun sistem produksi pangan modern dan berkelanjutan

6 Agustus 2020 16:28 WIB

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), DR. Husnain
Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), DR. Husnain Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), DR. Husnain mengatakan Kementrian Pertanian (Kementan) dengan enam Kementrian lainnya tengah terlibat dalam pengembangan kawasan food estate berbasis korporasi petani di lahan rawa Kalimantan Tengah.

Menurutnya pengembangan kawasan food estate berbasis korporasi petani ini diarahkan untuk membangun sistem produksi pangan modern dan berkelanjutan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Sesuai dengan instruksi bapak presiden bahwa kita diminta meningkatkan cadangan pangan, memang banyak informasi yang masuk ke beliau akan ada krisis pangan, perubahan iklim yang sangat drastis sehingga ada instruksi agar kita meningkatkan cadangan pangan,” ujarnya dalam sebuah FGD bertemakan ‘Pembangunan Food Estate untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional di Bidang Pangan’ yang digelar secara virtual, Kamis (6/7/2020).


Agar Distribusi Pupuk Lancar, Kementan Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

“Kami diundang ke Menko untuk bersama-sama menetapkan lokasi food estate di Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Dia menambahkan target pengembangan kawasan food estate di lahan rawa Kalimantan Tengah pada tahun 2020 seluas 30.000 ha dengan komoditas utama adalah padi dan jagung, sedangkan komoditas lain seperti hortikultura (sayuran/buah buahan), peternakan (Itik) dan perkebunan adalah sebagai pendukung.

“Dari berbagai komunikasi dari berbagai pertimbangan dengan semua Kementerian yang terlibat kami tetapkan perluasan 3000 hektar di tahun 2020 di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Menurutnya program dan kegiatan Food Estate tahun 2020 terdiri dari Penataan Kawasan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana (tata air, alsintan pra dan pasca panen), Peningkatan Kapasitas dan Diversifikasi Produksi (Pengembangan teknologi produksi, Pengadaan sapras), Pengembangan SDM dan Korporasi Petani (Peningkatan kapasitas SDM, kelembagaan dan usaha, pengembangan korporasi petani).

Dalam hal ini, Husain menuturkan bahwa pengembangan kawasan food estate memerlukan sejumlah pembiayaan berupa investasi dan modal kerja yang bersumber dari Pemerintah, Swasta, BUMN, Perbankan dan Lembaga Pembiayaan lainnya.

“Kemudian nanti memerlukan investasi yang bersumber dari pemerintah, swasta, BUMN dan perbankan,” kata dia.

Dalam hal ini, Husnain mengatakan Kemenko, PUPR, Kementan, KLHK, ATR/BPN dan Kemendes adalah kementrian yang sudah ikut dari awal menetapkan lokasi perluasan 3000 hektar di tahun 2020 di Kalimantan Tengah.

“Hasilnya telah ditetapkan areal terpilih (Area of Interest) seluas 770.600 ha, berlokasi di Eks PLG,” tuturnya.

“Sebagian berupa pertanian eksisting (sawah dan perkebunan), sisanya untuk perluasan areal baru,” pungkasnya.

Jaga Psikologi Pasar, Pemerintah Diminta Pastikan Stok Pangan Jelang Ramadan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar