logo


WHO Sebut Kasus Covid-19 di Korea Utara Tidak Jelas

Salah satu perwakilan WHO di Korea Utara mengatakan bahwa kasus Covid-19 di negara tersebut tidak meyakinkan

6 Agustus 2020 12:45 WIB

WHO
WHO istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa hasil pemeriksaan seorang laki-laki yang diduga menjadi kasus Covid-19 pertama di Korea Utara tidak meyakinkan, meskipun pemerintah setempat mengisolasi salah satu kota dengan lebih 3,635 penduduk di dalamnya.

Pada 26 Juli lalu, Korea Utara menyatakan mereka telah mengumumkan status darurat nasional dan mengisolasi kota Kaesong yang terletak di wilayah perbatasan, usai seorang pria yang sebelumnya telah membelot ke Korea Selatan pada tiga tahun lalu kembali memasuki wilayah perbatasan Korea Utara. Media lokal melaporkan bahwa pria tersebut mengalami gejala Covid-19.

Pada saat itu, kantor berita milik pemerintah Korut, KCNA, tidak menjelaskan secara detail apakah pria tersebut telah mendapat pemeriksaan Covid-19. KCNA hanya mengatakan bahwa sejumlah pemeriksaan medis yang dilakukan hanya menunjukkan hasil yang tidak pasti. Namun, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan bahwa "Virus Covid-19 bisa dibilang telah memasuki negara."


Bill Gates Minta AS Bantu Negara-Negara Miskin dalam Penyediaan Vaksin Covid-19

Jika terkonfirmasi positif, maka itu adalah kasus Covid-19 yang dilaporkan oleh Korea Utara, namun sejak saat itu, KCNA terus mengatakan bahwa tidak ada kasus Covid-19 yang telah dilaporkan.

"Orang itu mendapat pemeriksaan Covid-19, namun hasil tesnya tidak meyakinkan," kata Dr Edwin Salvador, salah satu perwakilan WHO di Korea Utara dalam pernyataan tertulis yang ia kirimkan kepada Reuters pada Rabu (5/8).

Dr Edwin menambahkan bahwa meskipun tidak melaporkan satu pun kasus Covid-19, namun pemerintah Korea Utara tetap memberlakukan lockdown secara nasional dan melakukan pelacakan kontak.

Pada Kamis (6/8), KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un memutuskan untuk membagikan pasokan bahan pangan dan sejumlah uang bantuan khusus kepada warga Kaesong.

Pompeo Minta App Store dan Play Store AS Hapus Aplikasi Tak Terpercaya Buatan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia