logo


Serang Anies Soal Gage, PKS: Jika 2 Pekan Tidak Efektif, Lebih Baik Dibatalkan

PKS menilai kebijakan gage tidak efektif menurunkan risiko penularan corona

6 Agustus 2020 09:01 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Suratkabar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah kembali menerapkan aturan kendaraan dengan sistem ganjil genap (gage). Penerapan ganjil genap di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi diklaim untuk membatasi pergerakan orang sehingga mampu mencegah penularan virus corona.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Lipoto mengatakan bahwa tujuan ganjil genap bukan lagi untuk mengalihkan penggunaa kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Pemberlakuan ganjil genap saat pandemi dengan masa sebelum pandemi beda, tujuannya beda. Justru saat pendemi ini tujuannya adalah sebagai pembatasan pergerakan orang," kata Syafrin di Bali Kota DKI Jakarta, Senin (3/8/2020).


Anji Minta Maaf Usai Buat Kegaduhan, dr Tirta Beri Peringatan Ini

Sementara itu, anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Azis mengatakan tidak setuju dengan kebijakan gage. Menurutnya, menggunakan kendaraan pribadi lebih aman dari risiko penularan virus corona.

Ia juga memberi peringatan ke Anies apabila selama dua pekan sitem gage tidak efektif, maka kebijakan tersebut lebih baik dibatalkan.

"Jika dalam 2 pekan tidak tercapai (efektif) dan pengguna angkutan umum melonjak, saya kira lebih baik dibatalkan, walau bagaimanapun kendaraan pribadi lebih aman dari risiko tertular Covid-19," kata Azis seperti dilansir detikcom, Kamis (6/8/2020).

 

Tak Yakin Hadi Pranoto Kirim Obat ke Ratu Elizabeth, Ahli: Di Sana Standarnya Lebih Tinggi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati