logo


Din Syamsuddin Cs Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia, KSP: Butuh Solusi, Bukan Deklarasi!

KSP menyebut Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) adalah oposisi swasta

6 Agustus 2020 05:30 WIB

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah tokoh politik mendeklarasikan pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Bangsa (KAMI). Mereka mengklaim KAMI adalah gerakan menyelamatkan moral bangsa.

Tokoh-tokoh yang mendeklarasikan pembentukan KAMI diantaranya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Sekretaris BUMN Said Didu, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, dan pakar filsafat Rocky Gerung. Tak hanya itu masih ada beberapa tokoh penting yang juga ikut tergabung dalam KAMI.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan bahwa koalisi tersebut merupakan oposisi swasta. Oleh karena itu, ia menyebut pembentukan KAMI sah menurut undang-undang.


Din Syamsuddin Disebut Kelamaan Nunggu Pilpres 2024, Denny Siregar: Harusnya Bentuk Koalisi Sakit Hati

"Ya saya kira itu oposisi swasta ya. Artinya bukan berada di dalam parlemen, dalam partai politik, tapi di luar parlemen, ya sah-sah saja dijamin Undang-undang kok berserikat mengeluarkan pendapat," kata Donny seperti dilansir Suara.com, Kamis (6/8/2020).

Meski demikian, Donny mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan solusi bukan sekedar deklarasi. Ia minta semua pihak bersama-sama membantu pemerintah dalam menangani wabah Covid-19.

"Saat ini Indonesia membutuhkan solusi bukan deklarasi. Artinya kalau menyelamatkan pemerintah, cari jalan bersama kita menyelesaikan krisis ini. Misalnya untuk bantu korban PHK, atau membantu siswa yang tidak bisa mengakses intern karena tidak punya kuota, itu yang paling penting itu yang perlu diselamatkan. Deklarasi penting tapi solusi lebih penting," jelasnya.

 

Komentari Deklarasi KAMI, Ruhut Sitompul: Orang-orangnya Mereka Lagi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×