logo


Politikus PDIP Kritik Komunikasi Pemerintah di Tengah Pandemi

Johan Budi menyebut komunikasi yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) tidak satu kesatuan.

5 Agustus 2020 20:30 WIB

Johan Budi Sapto Pribowo
Johan Budi Sapto Pribowo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Johan Budi Sapto Pribowo menyebut bahwa komunikasi yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) tidak satu kesatuan.

Johan mengatakan bahwa ucapan para pejabat yang berbicara di depan publik berbeda-beda.

"Ini yang membuat masyarakat jadi bingung dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah," kata Johan dalam webinar yang digelar Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri, Rabu (5/8).


Soal Penanganan Covid-19, Syarief Hasan Sebut Pemerintah Tak Kompak

Johan menyebut bahwa pernyataan dari pemerintah tetap tidak akan dipercaya oleh masyarakat jika tidak satu kesatuan.

"Sebagus apapun strategi yang digunakan sejago apapun komunikasi yang dipunyai pemerintah, tapi kalau itu tidak satu kesatuan, masyarakat akan tetap menjadi tidak percaya," katanya.

Ia mencontohkan soal tatanan baru atau new normal. Menurutnya, new normal tidak hanya tentang penggunaan masker atau kebersihan diri tapi ada konsekuensi yang tidak dipahami betul oleh masyarakat.

"New normal saya kira tidak cukup, bukan hanya menggunakan masker kemudian cuci tangan, tetapi menyangkut banyak konsekuensi. Orang tentu tidak akan mematuhi kalau dia sehari-hari memang harus keluar rumah untuk kebutuhan ekonominya," katanya.

"Belum lagi itu soal apa istilah yang berubah-ubah, Menkes ngomong bahwa corona bisa sembuh sendiri. Kemudian Presiden pernah sampaikan bahwa corona mati kalau di iklim panas. Itulah yang seperti ini. Harus hati-hati ya menyampaikan," kata Johan.

Rocky Gerung Sebut Jokowi Harus Jalani 3 Rapid Test, Untuk Apa Saja?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata