logo


PM Australia Sebut Tak Ada Alasan Baginya untuk Melarang Penggunaan TikTok

Scott Morrison mengatakan bahwa TikTok tidak menyalahgunakan data pribadi pengguna

5 Agustus 2020 16:00 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison
Perdana Menteri Australia Scott Morrison south china morning post

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada Selasa (4/8) mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti adanya penyalahgunaan ratusan ribu data pribadi pengguna oleh aplikasi berbagi video, TikTok. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah pertemuan internasional yang digelar secara daring dari Colorado, Amerika Serikat.

"Kami telah mengawasi hal ini dengan baik, dan tidak ada bukti untuk kita menyatakan...bahwa ada penyalahgunaan data pribadi pengguna (TikTok)," katanya dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (5/8).

"Memang ada banyak hal yang memalukan yang ada di dalam TikTok bagi masyarakat, namun seperti itulah media sosial," tambahnya.


Terdampak Covid-19, Walt Disney Catatkan Kerugian Hingga USD 4.7 Miliar

Meski demikian, lanjutnya, masyarakat Australia perlu tetap waspada dengan TikTok dan aplikasi media sosial lainnya, termasuk aplikasi-aplikasi buatan perusahaan AS, terkait dengan keamanan dan privasi data pengguna.

"Tidak ada alasan bagi kita untuk melarang aplikasi-aplikasi tersebut untuk saat ini. Tentunya, kita akan terus mengawasi mereka," tegasnya.

Dengan alasan keamanan nasional, Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu memberi waktu 45 hari kepada ByteDance untuk menjual TikTok kepada Microsoft. Trump mengancam akan menghentikan operasi aplikasi tersebut di negaranya jika hal itu tidak dilakukan.

CDC Peringatkan Ada Wabah Penyakit Mirip Polio pada Akhir Tahun 2020 Ini di AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia