logo


Presiden Belarus Sebut Rusia Bohong Soal Pengiriman Tentara Bayaran

Alexander Lukashenko menuding Rusia mengirimkan sejumlah pasukan tentara bayaran untuk mengintervensi pemilu Belarus

5 Agustus 2020 12:46 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menuding Rusia telah berbohong mengenai keberadaan sebuah kelompok tentara bayaran yang ditangkap di Belarus pada pekan lalu. Ia mengatakan bahwa sebuah kelompok tentara bayaran dari Rusia lainnya telah berhasil menyusup ke dalam wilayah negaranya.

"Hari ini kami mendengar bahwa sebuah unit tentara bayaran lainnya telah dikirim (oleh Rusia) ke wilayah selatan (Belarus). Kami akan menangkap mereka semua," kata Alexander Lukashenko, dikutip dari BBC pada Rabu (5/8).

Rusia sendiri telah membantah bahwa 33 orang yang ditangkap oleh pemerintah Belarus tersebut sedang berupaya untuk melancarkan aksi terorisme dan berhubungan dengan aktifis anti-Lukashenko. Pergerakan kelompok anti-Lukashenko sendiri tengah meningkat menjelang pemilu Belarus yang akan digelar pada 9 Agustus ini.


Ledakan Beirut, Saksi Mata: Saya Tidak Percaya Saya Bisa Selamat

Rusia menyatakan bahwa 33 orang yang diklaim sebagai anggota kelompok tentara bayaran 'Wagner', tersebut hanya transit di Belarus saat menempuh perjalanan ke Istanbul, Turki. Rusia juga membantah bahwa mereka tidak dalam misi untuk mengintervensi pemilihan umum Belarus.

"Semuanya yang diklaim mengenai Istanbul, Venezuela, Afrika, dan Libya - adalah kebohongan. Orang-orang ini, mereka sudah memberikan pengakuan, dikirim (oleh Rusia) ke Belarus untuk sebuah tujuan. Perintah yang diberikan (oleh Rusia) adalah menunggu," kata Lukashenko dalam sebuah siaran televisi.

"Sejauh ini belum terjadi perang terbuka, tidak ada penembakan, dan pemicu belum ditarik, namun sebuah upaya untuk mengorganisir pembantaian di pusat kota Minsk sudah terlihat jelas," lanjutnya.

Kelompok tentara bayaran Wagner sendiri dikabarkan telah memainkan peran yang serius di sejumlah konflik internasional. Mereka membantu kelompok pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur, serta terlibat dalam konflik Suriah, Libya, dan beberapa zona konflik lainnya.

Meski Bermusuhan, Israel Tawarkan Bantuan Kemanusiaan kepada Lebanon

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia