logo


Restocking Benih Ikan Budidaya, Jurus Jitu Penuhi Ketahanan Pangan Nasional

Restocking merupakan agenda rutin KKP yang menjadi prioritas

5 Agustus 2020 11:00 WIB

Kegiatan Restocking di Pondok Hati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, (28/7) lalu.
Kegiatan Restocking di Pondok Hati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, (28/7) lalu. ist

PROBOLINGGO, JITUNEWS.COM - Meski Pandemi covid-19 masih membayangi kita semua, namun upaya kami untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya nasional tidak pernah surut. Langkah ini ditempuh sebagai komitmen kami memenuhi ketahanan pangan nasional. Adapun upaya yang kami lakukan untuk memenuhi itu semua salah satunya restocking ikan, sebagai jurus mendongkrak produktifitas perikanan budidaya nasional secara berkelanjutan.

Dalam pernyataan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto yang dibacakan oleh Direktur Produksi dan Usaha, Arik Hari Wobowo pada saat Kegiatan Restocking di Pondok Hati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, (28/7) lalu. Restocking merupakan agenda rutin KKP yang menjadi prioritas, selain untuk menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat perairan umum, kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi di perairan umum sebagai ekosistem yang seimbang untuk pendapatan masyarakat.

“Seperti kita tahu bersama, adanya Pandemi Covid -19 mengharuskan adanya pembatasan aktivitas ekonomi publik sehingga memicu krisis pangan. Untuk mengatasi itu semua, kawasan hijau yang menjadi sentra-sentra produksi pangan nasional termasuk kawasan perikanan budidaya harus benar terjaga dan tetap produktif karena kebutuhan makanan terutama protein hewani harus tetap ada," sambung Arik.


Genjot Produksi dan Pelestarian Perairan Umum di Pekalongan, KKP Tebar 400 Ribu Benih Ikan Air Tawar

Untuk merealisasikan itu semua, KKP melalui UPT DJPB berupaya dengan memproduksi benih ikan secara massal, untuk memenuhi kebutuhan benih bagi pembudidaya secara umum, dan benih juga dilakukan untuk menunjang kebutuhan restocking ikan yang rutin dilakukan di perairan umum sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan di alam.

Mengingat, perikanan budidaya saat ini menjadi salah satu tumpuan bersama bagi masyarakat, karenanya ada 2 (dua) nilai strategis utama perikanan budidya yaitu sebagai barometer memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis protein. Lalu, dari segi ekonomi, perikanan budidaya memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian nasional di masyarakat. “Di tengah wabah corona, ikan merupakan salah satu sumber nutrisi yang sangat bagus untuk menjaga sistem imun tubuh. Selain itu, perikanan budidaya merupakan sektor strategis ketahanan pangan berbasis protein dan mampu menggerakan ekonomi di masyarakat,” tambahnya.

Namun begitu, perubahan iklim dan penurunan kondisi lingkungan global sangat mempengaruhi produktifitas perikanan budidaya. Namun itu semua tidak menyurutkan kami, malah menjadikan sebuah tantangan tersendiri, yang kemudian tercetus lewat kebijakan program perikanan budidaya yang mandiri , berdaya saing dan berkelanjutan. Dimana kebijakan tersebut diwujudkan melalui 3 aspek utama pembangunan yaitu, Teknologi, Aspek Sosial Ekonomi, dan Aspek sumber daya alam.

“3 poin ini lah yang menjadi acuan kami di masa-masa mendatang. Oleh karenanya, saya mengharapkan agar pembudidaya bisa mudah menjalankan program-program perikanan budidaya, tentunya dengan selalu menerapkan CBIB dan CPIB karena persyaratan-persyaratan ini kedepan akan menjadi syarat mutlak agar kita mampu berdaya daya saing di pasaran global,” ucapnya.

Untuk itu, guna mewujudkan itu semua kami pemerintah bersama DPR juga memberikan dukungan penuh terhadap pembudidaya ikan nasional yaitu dengan langsung memberikan bantuan sesuai kebutuhan untuk usaha perikanan budidaya seperti bantuan benih, bioflok budidaya lele, agar dapat dimanfaatkan sebaik baiknya oleh para pembudidaya. Sehingga keberlangsungan usaha perikanan budidaya yang dilakukan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, menambahkan, upaya kami dalam rangka mewujdukan ketahanan pangan nasional sangat kuat. Target kami kedepan adalah bagaimana agar negara kita tidak sampai harus mengimpor produk pangan salah satunya ikan. Karena potensi laut, danau dan sungai di negara ini terbentang luas. Maka wajib bagi kita semua untuk mengisi dan merawat potensi ini agar bisa menghasilkan dan memperkuat kedaulatan kita pada sektor perikanan yakni pada sektor perikanan budidaya sebagai sektor yang berperan pada ketahanan pangan. “Untuk mewujudakan ketahanan pangan nasional salah satu tumpuan kita adalah sektor perikanan. Dan perikanan budidaya yang menjadi prioritas,” katanya.

Untuk itu, kami melakukan segala macam cara itu hampir diseluruh daerah. Salah satunya kabupaten Probolinggo ini. Karena Probolinggo merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi perikanan sangat besar. “Probolinggo salah satu daerah target menjadi salah satu daerah produksi ikan terutama untuk perikanan budidaya. Oleh karenanya, kami dan KKP memberikan supporting salah satunya berupa bantuan benih ini yang akan disebar diberbagai tempat di Kabupaten/Kota Probolinggo. Dan ditargetkan bisa menebar 1 juta ekor benih,” ujarnya.

Atas perhatian yang sudah diberikan oleh pusat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi, mengucapkan banyak terimakasih. “Kami sangat berterimakasih Probolinggo menjadi salah satu daerah yang menjadi agenda program restocking dari DJPB,” katanya.

Karena memang, Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang kaya akan perikanan dan tersebar di 24 kecamatan baik di perairan laut maupun perairan darat atau yg dikenal dengan periaran umum darat yang meliputi danau, waduk, sungai dan rawa. Padahal perairan darat merupakan fungsi strategis dan multiguna, selain dimanfaatkan sektor perikanan juga sektor lainnya. “Faktanya ekosistem perairan umum daratan semakin mengalami tekanan yang tinggi dari berbagai sumber seperti pencemaran, sedimentasi, penggundulan hutan, alih fungsi lahan dan lainnya. Makanya program restocking ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Probolinggu guna menjaga kelestarian alam dan yang terpenting juga guna meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan,” ujarnya.

Oleh karenanya, program restocking ini diharapkan memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai arti pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya di perairan, agar dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan bagi generasi yang akan datang. “Kita mendukung penuh kegiatan restocking ini serta mengharapkan partisipasi masyarakat sekitar untuk selalu menjaga dan merawat sungai yang direstocking benih ikan tersebut terutama menjaga dari pencemaran limbah dan sampah agar benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang biak sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” tandasnya.

Sebagai informasi, KKP memberikan bantuan kepada Kabupaten Probolinggo antara lain : 1 paket teknologi bioflok untuk budidaya lele, 6 ribu ekor benih ikan kerapu cantang, bantuan restocking berupa benih ikan nila sebanyak 15.000 ekor, bantuan restocking berupa 10.000 ekor benih ikan Kakap Putih, dan bantuan restocking berupa 5.000 ekor benih ikan mas.

Perbaiki Lingkungan Hidup, 10.000 Benih Ikan Nileum Ditebar di Sungai Cikadondong

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan