logo


Ledakan Beirut, Saksi Mata: Saya Tidak Percaya Saya Bisa Selamat

Ledakan terjadi di pelabuhan di kota Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8)

5 Agustus 2020 10:34 WIB

Ledakan di kawasan pelabuhan Beirut, Lebanon
Ledakan di kawasan pelabuhan Beirut, Lebanon Al Jazeera

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Ledakan dahsyat yang terjadi di sebuah pelabuhan di Beirut, ibukota Lebanon pada Selasa (4/8) merusak banyak fasilitas dan memicu kepanikan warga. Pemerintah Lebanon langsung menerjunkan tim untuk menyelidiki sebab ledakan yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan warga lainnya.

"Saya saat itu hanya berjarak beberapa meter dari pembangkit listrik di Lebanon, yang berdekatan dengan pelabuhan," kata Nada Hamza, salah satu warga, dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (5/8).

"Saya keluar dari mobil dan berlari menuju salah satu gedung, lalu saya meyadari bahwa gedung yang saya masuki hancur. Saya tidak percaya saya bisa selamat," tambahnya.


Satu WNI Jadi Korban Ledakan Libanon, Kemenlu: Kondisinya Stabil

Dahsyatnya ledakan membuat gelombang getaran juga dirasakan oleh warga yang berada di luar kota Beirut.

"Kami terguncang," kata Nasser Yassin, salah satu profesor di perguruan tinggi Beirut, yang berada di luar kota.

"Ledakannya sungguh masif. Saya belum pernah melihat ledakan sebesar itu (sebelumnya). Saya telah melewati masa perang saudara di Lebanon, invasi Israel...namun, ledakan ini merupakan ledakan terbesar yang pernah terjadi di Lebanon, sepanjang pengalaman dan pengetahuan saya," ungkapnya.

Sementara itu, Mohammed Khalifeh, seorang mantan Menteri Kesehatan Lebanon, bergegas ke sebuah rumah sakit untuk membantu penanganan korban ledakan.

"Saya berteriak kepada keluarga saya untuk waspada, ada gempa bumi - dan seketika, semuanya runtuh," katanya.

"Kita berada dalam situasi perekonomian yang buruk, dengan kurangnya pasokan keperluan medis...kita mencoba untuk mengatasinya, namun kehancuran yang terjadi sungguh diluar deskripsi kami," tukasnya.

Israel Serang Suriah, PM Netanyahu: Untuk Mempertahankan Negara Kami

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia