logo


Tak Ingin Pilkada Ditunda, PDIP: Dibalik Krisis Akan Muncul Pemimpin Kuat

PDIP memilih Pilkada dilanjutkan di tengah pandemi dengan berbagai pertimbangan

5 Agustus 2020 05:30 WIB

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga menyebutkan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebaiknya ditunda dengan alasan sedang pandemi corona. Survei Indikator Politik menyatakan 63,1 persen pilkada 2020 ditunda. Sementara survei Charta Politika mencatat 54,2 persen responden tidak menghendaki pilkada di tengah pandemi.

Berbeda dengan hasil survei tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Pilkada 2020 tetap dilanjutkan. Menurutnya, Pilkada di tengah pandemi akan melahirkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat.

"Di balik krisis justru akan muncul pemimpin yang punya komitmen yang sangat kuat untuk bersama-sama rakyat mengatasi pandemi tersebut," kata Hasto saat jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (4/8/2020).


Kader PKS Dicopot Usai Pakai Baju Pendukungnya, Gibran Beri Respon Dingin

Ia menjelaskan apabila Pilkada 2020 ditunda, maka sebagian besar daerah akan dipimpin oleh pelaksana tugas (plt) kepala daerah. Padahal plt kepala daerah memiliki wewenang yang terbatas.

"Kalau pemilu ini ditunda, maka akan juga menciptakan risiko-risiko politik mengingat menghadapi krisis diperlukan legalitas yang sangat kuat dari pemimpin yang berjenjang dari nasional, provinsi, hingga kabupatem/kota," lanjutnya.

Bandingkan Jokowi dengan Hana Hanifah, Rocky Gerung: Lebih Buruk Political Prostitution di Ruang Publik

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati