logo


Tak Ada Alasan bagi China untuk Takut Perang Dagang dengan AS, Kenapa?

Sejumlah pengamat memprediksi bahwa konflik China dan AS tidak akan berbuah perang terbuka

4 Agustus 2020 15:15 WIB

berita internasional

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Hubungan China dan Amerika Serikat yang terus memanas tampaknya tidak akan reda dalam waktu dekat, menyusul Washington kembali mengusik Beijing dengan mem-banned aplikasi TikTok dan Huawei atas alasan keamanan nasional. Hal tersebut membuat sejumlah pengamat di Amerika Serikat memprediksi adanya konflik lanjutan antara kedua negara superpower tersebut.

Meski sejumlah pengamat meyakini jika ketegangan antara AS dan China tidak akan mereda dalam waktu singkat, namun mereka memprediksi konflik tersebut tidak akan berubah menjadi perang terbuka.

Mantan anggota CIA mengatakan bahwa AS hanya akan lebih memberikan tekanan kepada China untuk membatasi klaim mereka di Laut China Selatan.


ByteDance Tak Ingin Jual TikTok ke Microsoft

"Jika ini berubah menjadi perang dagang, AS akan kalah karena China berhasil membuat produksi barang yang juga dijual di Amerika Serikat yang tidak diproduksi di AS," kata Philip Giraldi, dikutip dari Sputnik pada Selasa (4/8).

"Ketika rak-rak yang ada supermarket AS kosong, masyarakat akan mendesak pemerintah untuk melakukan sesuatu, yang artinya akan kembali kepada hubungan yang normal (dengan China)," tambahnya.

Sementara itu, Dr Paul Craig Roberts, seorang pakar ekonomi AS sekaligus mantan pejabat di era Ronald Reagan, mengatakan bahwa perang dagang antara China dan AS hanya akan merugikan AS.

"China tidak memiliki ketakutan apapun terhadap Washington," kata Dr. Roberts.

"Banyak sekali industri Amerika Serikat yang berlokasi di China. Jika China me-nasionalisasi perusahaan-perusahaan tersebut, Wall Street akan runtuh," tambahnya.

15 Negara di Dunia Beli Obat Covid-19 dari Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia