logo


Muak dengan Krisis di Negaranya, Menteri Luar Negeri Lebanon Mundur

Nassif Hitti memutuskan untuk mundur dari jabatan Menteri Luar Negeri Lebanon

4 Agustus 2020 11:50 WIB

Nassif Hitti
Nassif Hitti reuters

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Krisis yang terjadi di Lebanon membuat Nassif Hitti mundur dari jabatan Menteri Luar Negeri. Ia menyebut pemerintah tidak memiliki keinginan yang kuat untuk menghentikan krisis perekonomian serta adanya sejumlah kepentingan politik yang saling berlawanan. Hal tersebut akan membuat negara Lebanon runtuh.

Hitti merupakan mantan duta besar Lebanon untuk Liga Arab dan diangkat menjadi Menteri Luar Negeri sejak bulan Januari lalu.

"Saya ambil bagian dalam pemerintahan ini dan bekerja untuk satu bos, yaitu Lebanon. Kemudian saya menemukan bahwa negara saya memiliki sejumlah bos dengan kepentingan yang saling berlawanan," ujarnya dikutip dari Reuters pada Selasa (4/8).


Kepala Staf Kepresidenan Brazil Positif Covid-19

"Jika mereka tidak bersama-sama dalam menyelamatkan rakyat Lebanon...kapal akan tenggelam beserta semua orang yang ada di dalamnya," tambah Hitti.

Sejumlah pihak asing juga enggan menyuntikkan bantuan ke Lebanon jika negara tersebut tidak melakukan perubahan terkait tingginya tingkat korupsi di sana, yang menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap stabilitas negara tersebut sejak perang sipil yang terjadi pada tahun 1975-1990 silam.

"Akankah tangisan dari frustrasi yang dalam ini akan menggerakkan (pemerintah) Lebanon untuk melakukan reformasi, merawat rakyat Lebanon, yang setiap harinya kian dalam memasuki jurang kemiskinan dan keputusasaan?" kata Jan Kubis, salah satu pejabat PBB, dalam cuitan Twitternya.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Hitti menulis "ketiadaan keinginan yang efektif untuk menggapai reformasi yang komprehensif dan struktural."

Sementara itu, Presiden Lebanon Michel Aoun dan Perdana Menteri Hassan Diab menunjuk Charbel Wehbe, salah satu penasihat diplomatiknya untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Nassif Hitti tersebut.

Kepada media lokal, Wehbe mengatakan bahwa pemerintah harus mengatasi masalah di Lebanon secara bertahap, selangkah demi selangkah.

"Lebanon harus berusaha keras dan mengetuk pintu negara-negara sahabat," kata Wehbe.

Pompeo dan Taliban Bahas Negosiasi Damai di Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia