logo


Terancam 5 Tahun Penjara, Anji: Ingin Mengabarkan Kebaikan Malah Jadi Kejelekan

Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait penyebaran berita bohong

4 Agustus 2020 09:52 WIB

Anji
Anji Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid melaporkan YouTuber Anji dan Profesor Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya. Keduanya dianggap menyebarkan berita bohong terkait obat corona melalui sebuah video. Namun terkini video tersebut sudah hilang dari YouTube.

Muanas menilai Anji dan Hadi Pranoto telah melanggar Undang-undang ITE atau menyebarkan berita bohong  sesuai pasal 28 ayat (1) Juncto pasal 45A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 dan Pasal 14 dan 15 UU RI No.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Ia mengatakan Hadi bisa terancam pidana 10 tahun penjara, sementara Anji terancam pidana 5 tahun penjara.

Menanggapi laporan tersebut, Anji langsung meresponnya di Instagram  Soriesnya baru-baru ini.


Tanggapi Kontroversi Anji Soal Obat Corona, Ahli: Semua Demi Viewer

"Maksudnya ingin mengabarkan kebaikan, namun malah menjadi sebuah kejelekan," tulis Anji di foto dengan latar belakang kobaran api.

"Saya mencatat siapa saja yang bersuara dan beropini menentang atau setuju dengan apa yang saya lakukan. Cara menegur, cara mengkritisi, cara menyindir," ujarnya.

Anji berjanji akan menyelesaikan polemik tersebut dengan cara yang baik. Ia pun mengatakan polemik tersebut menjadi momen untuk memfilter teman.

"Ada yang langsung chat WA marah-marah, tapi esensinya baik saya sangat menghargai. Saya akan menyelesaikan semua ini dengan baik. Tunggu beberapa hari ke depan dan ini adalah momen untuk memfilter teman." jelasnya.

Dipolisikan Karena Obat Corona, Hadi Pranoto Tidak Terima: Ada Testimoni, Hoaksnya Dimana?

Halaman: