logo


WHO: Tidak Akan Ada Vaksin yang Benar-benar Ampuh

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa meskipun vaksin Covid-19 telah berhasil ditemukan, namun itu tidak akan benar-benar ampuh mengatasi infeksi Covid-19

4 Agustus 2020 09:27 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JENEWA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa meskipun vaksin Covid-19 nantinya berhasil dikembangkan, namun tidak ada satu pun 'peluru perak' atau yang benar-benar ampuh mengatasi infeksi virus tersebut.

Menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia hingga kini telah menembus 18 juta kasus dengan 689 ribu kematian.

"Sejumlah kandidat vaksin saat ini telah memasuki tahap uji coba fase ketiga, dan kita semua berharap beberapa diantaranya akan menjadi vaksin yang efektif yang dapat membantu masyarakat dalam mencegah infeksi Covid-19," kata Tedros dikutip dari BBC pada Selasa (4/8).


Siap Jadi Relawan Vaksin Covid-19 dari China, Ridwan Kamil: Kita Butuh 1.100 Lagi

"Meskipun demikian, tidak akan ada 'peluru perak' untuk saat ini, dan tidak akan ada (vaksin) yang benar-benar ampuh," tambahnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat di seluruh dunia untuk tetap disipilin dalam melakukan aturan social distancing, menggunakan masker dan menjaga kebersihan.

"Untuk saat ini, menghentikan wabah Covid-19 hanya bisa dilakukan dengan melakukan langkah pengendalian penyakit secara dasar: pemeriksaan, isolasi dan perawatan pasien, serta pelacakan dan karantina kontak," lanjutnya.

Tedros mengatakan bahwa para wanita yang terinfeksi COvid=19 harus tetap memberikan ASI mereka kepada bayinya karena manfaatnya lebih banyak daripada resiko penularan virus.

Tedros juga mengatakan bahwa saat ini fase pertama investigasi WHO mengenai asal muasal virus Covid-19 di China telah selesai. Meskipun demikian, mereka belum bisa menyimpulkan apakah virus tersebut benar-benar berasal dari salah satu pasar hewan di Wuhan.

Duterte kepada Petugas Medis: Masuk Saja ke Pasukan Polisi, Gaji di Sana Lebih Tinggi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia