logo


Duterte kepada Petugas Medis: Masuk Saja ke Pasukan Polisi, Gaji di Sana Lebih Tinggi

Duterte mengklaim aliansi petugas medis telah merendahkan pemerintah Filipina

4 Agustus 2020 09:03 WIB

istimewa

MANILA, JITUNEWS.COM - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan kepada dokter dan seluruh petugas medis setempat untuk beralih profesi sebagai petugas keamanan jika mereka menginginkan gaji yang lebih tinggi.

"Masuk saja ke pasukan polisi. Gaji di sana lebih tinggi. Jika kalian masih menjadi perawat di luar (kepolisian), kalian hanya akan mendapat sekitar delapan, sembilan, atau sepuluh (ribu Peso Filipina)," kata Duterte dikutip dari Sputnik pada Selasa (4/8).

Duterte belakangan ini banyak mendapatkan kritikan dan hujatan dari ribuan petugas medis Filipina terkait penanganan virus Covid-19 di negara tersebut.


Trump Tunjuk Deborah Brix Jadi Ketua Satgas Covid-19, Pelosi: Ia adalah yang Terburuk

"Jangan mencoba untuk merendahkan pemerintah. Kalian sebenarnya tidak mengkritik. Kalian merendahkan pemerintah, pemerintahan kalian sendiri. Tidak ada perlunya bagi kalian untuk memberitahu kami apa yang harus kami umumkan kepada masyarakat. Kalian bisa menuliskan surat kepada kami. Kami bukannya tidak berkompetensi karena kami bukan dokter...Kalian bisa membantu, namun semua yang kalian lakukan hanya komplain...Apa yang bisa saya perbuat? Saya terus berdoa kepada Tuhan untuk segera ditemukannya vaksin," kata Duterte.

Duterte memahami bahwa petugas medis sangat kelelahan dan kewalahan selama menghadapi wabah Covid-19 selama beberapa bulan belakangan ini, dimana beberapa petugas medis harus bekerja selama 24 jam nonstop. Meski begitu, Duterte tetap menyerang balik komunitas medis tersebut usai mereka memperingatkan bahwa sistem layanan kesehatan di Filipina bisa saja runtuh.

"Lain kali, jangan katakan 'revolusi'. Hal itu lebih berbahaya daripada Covid-19. Jika kalian menginginkan revolusi, kalian sama saja memberikan tiket gratis kepada saya untuk melakukan langkah kontra-revolusi," kata sang presiden.

Sementara itu, Dr Antonio Dans, juru bicara aliansi petugas medis melawan Covid-19, membantah bahwa pihaknya telah meminta revolusi.

"Kami tidak meminta revolusi...Saya harap mereka (pemerintah) paham. Tidak ada yang meminta revolusi. Tapi yang kami temukan adalah mereka (pemerintah) tidak cukup cepat dalam bertindak sedangkan pandemi Covid-19 terus memburuk," kata Dr Antonio Dans.

Untuk diketahui, Presiden Duterte telah menyetujui adanya tunjangan tambahan yang diberikan kepada petugas medis. Ia juga memberlakukan kebijakan lockdown di Manila usai para dokter dan perawat menyuarakan kekhawatiran mereka soal meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Oktober Nanti, Rusia Bakal Gelar Vaksinasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia