logo


Bandingkan Jokowi dengan Hana Hanifah, Rocky Gerung: Lebih Buruk Political Prostitution di Ruang Publik

Rocky Gerung sebut Jokowi dan Hana Hanifah sama-sama tersandung kasus prostitusi

4 Agustus 2020 06:30 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung membandingkan Presiden Joko Widodo dengan artis FTV Hana Hanifah. Ia menilai keduanya sama-sama terlibat kasus prostitusi. Namun yang membedakan kasus prostitusi Hana Hanifah menyangkut moral pribadinya. Sementara Jokowi telah melakukan prostitusi politik yang menyangkut moral publik.

"Lebih buruk political prostitution yang dipamerkan di ruang publik bahkan dari Istana daripada prostitusi online Hana Hanifah di kamar tertutup yang digerebek itu. Itu urusan moral Hana Hanifah. Ini di istana itu urusan moral publik," kata Rocky Gerung dalam diskusi yang berjudul ' Indonesia Leaders Talk' yang disiarkan melalui akun YouTube Mardani Ali Sera, Senin (3/8/2020).

Prositusi politik yang dimaksud Rocky Gerung yakni tentang pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo. Padahal sebelumnya, DPC PDIP Solo telah merekomendasikan Achmad Purnomo. Bahkan Achamd Purnomo sempat diundang Jokowi ke Istana beberapa waktu yang lalu.


Sejumlah Tokoh Deklarasi 'Selamatkan Indonesia', Ruhut: Aku Jadi Tertawa

"Presiden justru melakukan kejahatan politik yang saya sebut sebagai political prostitution dengan memanggil Purnomo ke Istana. Lalu orang bisa mikir itu ya itu ada urusan lain, urusan apa? Kalau calon Wali Kota Solo dipanggil ke Istana cuman ada kemungkinannya atau disuruh maju atau disuruh berhenti, yang manggil Presiden," ujarnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai pihak Istana telah melakukan kebohongan publik dengan memanggil Achmad Purnomo. "Jadi semua keterangan Istana itu menjad hoaks, omong kosong kalau logisnya kita bersihkan, dipanggil ke Istana hanya untuk dua (faktor) itu," tandasnya.

 

Jokowi Minta Kampanyekan Masker, Demokrat: Ini Bentuk Pengalihan Isu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati