logo


Manila Lockdown Lagi, Duterte: Kami Tidak Punya Uang

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali memberlakukan kebijakan lockdown di Manila

3 Agustus 2020 11:15 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. reuters

MANILA, JITUNEWS.COM - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, pada Minggu (2/8) kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar di ibu kota Manila dan kawasan sekitarnya menyusul adanya peringatan dari ribuan petugas medis yang menyebut tingginya peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini akan membuat sistem layanan kesehatan di sana kolaps.

"Mereka benar, para petugas medis...kami memahami jika anda sangat kewalahan, baik dengan adanya tekanan dan juga ketidakpastian serta ketakutan akan tertularnya Covid-19," kata Duterte dikutip dari StraitTimes pada Senin (3/8).

Oleh karena itu, ia mengumumkan bahwa kebijakan lockdown akan kembali diterapkan mulai Selasa (2/8) hingga 18 Agustus mendatang.


Negosiasi dengan ByteDance, Microsoft Segera Akuisisi TikTok

Semua warga diharuskan untuk tetap berada di dalam rumah, dan hanya diperbolehkan keluar untuk membeli bahan kebutuhan pokok dan pergi bekerja. Seluruh fasilitas tempat ibadah dan bisnis akan kembali ditutup dan hanya bisnis esensial saja yang masih diperbolehkan untuk beroperasi.

"Kami melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Maaf, Manila," kata Duterte.

"Kami tidak punya uang lagi. Saya tidak bisa memberikan makanan dan uang lagi untuk membantu rakyat," tambahnya.

Pada 1 Juni lalu, Duterte sempat mencabut kebijakan lockdown yang telah diberlakukan selama lebih dari dua bulan guna menghentikan laju peningkatan infeksi Covid-19 di Manila. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menumbuhkan kembali perekonomian yang mengalami krisis terparah dalam tiga puluh tahun terakhir.

Sejak dicabutnya kebijakan lockdown tersebut, Filipina telah melaporkan lebih dari 70 ribu kasus Covid-19 tambahan.

Pada Minggu (2/8), Kementerian Kesehatan Filipina melaporkan tambahan kasus Covid-19 hingga 5,032 kasus, yang merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak wabah mulai melanda. Dengan penambahan tersebut, sejauh ini Filipina telah melaporkan 103,185 kasus Covid-19 secara keseluruhan.

AS Desak Hong Kong Gelar Pemilu September Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia