logo


AS Desak Hong Kong Gelar Pemilu September Mendatang

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mendesak Hong Kong untuk membatalkan keputusannya yang menunda pemilu hingga tahun depan

3 Agustus 2020 11:00 WIB

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa keputusan pemerintah Hong Kong yang menunda penyelenggaraan pemilihan umum mereka hingga satu tahun akibat meningkatnya kasus Covid-19 dapat merusak otonomi Hong Kong dari Beijing. Oleh karena itu, Pompeo meminta pemerintah Hong Kong untuk membatalkan keputusannya.

"Kami mendesak pemerintah Hong Kong untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka," kata Pompeo dilansir dari South China Morning Post pada Senin (3/8).

"Pemilihan umum harus digelar sesegera mungkin pada 6 September, dengan tetap merefleksikan keinginan dan aspirasi rakyat Hong Kong," tambahnya.


Menteri Keuangan AS Sebut TikTok Masih Diijinkan di AS, Asalkan...

"Jika mereka tidak melakukannya, maka sangat disayangkan sekali Hong Kong akan tetap menjadi sebuah kota yang dijalankan oleh pemerintahan Komunis lainnya di China," tambahnya.

Dalam pernyataannya, Pompeo menyebut penundaan penyelenggaraan pemilu Hong Kong sebagai keputusan yang sangat disesalkan, yang menjelaskan bahwa Beijing tidak berniat mengakui hak pilih warga dan dasar hukum Hong Kong di dalam konstitusi pemerintahan kota tersebut, serta tidak mengikuti Deklarasi Sino-British atas pemerintahan kota tersebut usai diserahkan kembali kepada China pada 1997 silam.

"Tidak ada alasan yang valid untuk penundaan tersebut," ujar Pompeo.

"Tampaknya...Hong Kong tidak akan pernah menyelenggarakan pemilu," tandasnya.

Pernyataan Pompeo tersebut terdengar ironis jika dibandingkan dengan gagasan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya sempat memunculkan wacana penundaan pemilu AS.

Negosiasi dengan ByteDance, Microsoft Segera Akuisisi TikTok

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia