logo


Pemilu Hong Kong Ditunda, Kesepakatan Ekstradisi Jerman-Hong Kong Dihentikan

Kedubes China mengecam langkah Jerman yang hentikan kesepakatan ekstradisi dengan Hong Kong

1 Agustus 2020 16:45 WIB

Jerman
Jerman istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Kedutaan besar China di Berlin mengecam keputusan Jerman yang menghentikan kesepakatan ekstradisi mereka dengan Hong Kong.

Dalam pernyataan tertulis yang mereka unggah di situs resminya, Kedutaan Besar China mengatakan bahwa penghentian kesepakatan ekstradisi tersebut telah melanggar undang-undang dan norma dasar hubungan internasional. Mereka juga menilai keputusan tersebut merupakan bentuk dari "interfensi Jerman dalam urusan dalam negeri China".

Untuk itu, Kedubes China menyatakan bahwa Beijing akan segera merespon langkah Jerman tersebut.


Segera Blokir TikTok, Donald Trump: Saya Punya Kekuasaan

Sebelumnya, pada Jumat (31/7) Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan bahwa Berlin akan menghentikan kesepakatan ekstradisi dengan Hong Kong usai Carrie Lam, pemimpin Hong Kong, melakukan penundaan proses pemilihan umum yang sedianya akan digelar pada 6 September mendatang di wilayah bekas koloni Inggris tersebut.

"Keputusan pemerintah Hong Kong untuk mendiskualifikasi belasan kandidat dari partai oposisi dan menunda penyelenggaraan pemilihan umum legislatif adalah sebuah pelanggaran kepada hak masyarakat Hong Kong," kata Maas, dikutip dari Reuters pada Sabtu (1/8).

Maas mengatakan bahwa kebijakan tersebut terpaksa dikeluarkan untuk memastikan hak masyarakat Hong Kong terpenuhi sesuai dengan Undang-undang dasar, dimana mereka juga berhak untuk mendapatkan pemilihan umum yang bebas dan adil.

"Kami telah berulang kali menjelaskan ekspektasi kami bahwa China harus bertanggung jawab secara resmi dibawah hukum internasional," tegasnya.

Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Petugas Medis Desak Presiden Duterte Lockdown Manila Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×