logo


Dr Anthony Fauci: Saya Tidak Percaya Virus Covid-19 Akan Hilang

Pakar kesehatan AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan bahwa tingginya angka kasus di AS disebabkan oleh terlambatnya pemerintah dalam memberlakukan kebijakan lockdown, dan terlalu dini dalam membuka kembali perekonomian

1 Agustus 2020 16:15 WIB

Dr. Anthony Fauci
Dr. Anthony Fauci istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Penasihat Gedung Putin untuk bidang kesehatan, Dr Anthony Fauci, pada Jumat (31/7) mengatakan bahwa kemungkinan besar virus Sars-Cov-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19 tidak akan pernah hilang dari muka bumi.

"Saya tidak percaya bahwa (virus) ini akan hilang karena virus tersebut merupakan salah satu virus yang memiliki tingkat penyebaran yang tinggi," kata pakar penyakit menular AS tersebut dikutip dari CNBC pada Sabtu (1/8).

Pernyataan tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut bahwa virus itu akan segera hilang.


Segera Blokir TikTok, Donald Trump: Saya Punya Kekuasaan

Virus Covid-19, yang muncul di akhir tahun 2019, kini telah menginfeksi lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 600 ribu lainnya. Menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, lebih dari 4 juta kasus dan 152 ribu kematian terjadi di Amerika Serikat.

Meskipun virus tersebut tidak dapat dihilangkan, namun Fauci sebelumnya mengatakan bahwa sangat mungkin bagi para pemimpin dunia dan pakar kesehatan untuk bekerja sama dalam menurunkan pandemi ke tingkat yang paling rendah.

Fauci juga mengatakan bahwa tingginya angka kasus Covid-19 di AS disebabkan karena mereka terlambat dalam memberlakukan kebijakan lockdown, dan terlalu dini untuk membuka kembali perekonomian.

Ia mengatakan bahwa banyak negara lain berhasil menghentikan gelombang pertama wabah Covid-19 karena menerapkan lockdown yang ketat hingga 90 persen.

"Dalam upaya membuka kembali (perekonomian), pada beberapa situasi, sejumlah negara bagian tidak dengan ketat menerapkan aturan protokol yang telah diberikan oleh pemerintah AS, dan meskipun sejumlah negara bagian lainnya menerapkan protokol tersebut, namun masyarakat masih berkerumun dan tidak menggunakan masker," tambahnya.

Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Petugas Medis Desak Presiden Duterte Lockdown Manila Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia