logo


Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Petugas Medis Desak Presiden Duterte Lockdown Manila Lagi

Petugas medis di Filipina mendesak pemerintah untuk kembali memberlakukan kebijakan lockdown di Manila dan sekitarnya

1 Agustus 2020 15:30 WIB

Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19
Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19 istimewa

MANILA, JITUNEWS.COM - Lebih dari satu juta petugas medis, termasuk dokter dan perawat, di Filipina menyatakan bahwa negara tersebut telah gagal dalam menangani wabah virus Corona Covid-19, dan mendesak Presiden Rodrigo Duterte untuk kembali memberlakukan kebijakan lockdown di wilayah ibu kota, Manila, dan kawasan sekitarnya.

Mereka memperingatkan bahwa hal tersebut sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah ledakan jumlah kasus Covid-19 yang akan membuat sistem kesehatan di Filipina runtuh.

Pada Jumat (31/7), pemerintah Filipina mengumumkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang terjadi dari Kamis dan Jumat telah mencapai 4,063 kasus tambahan.


Iran Sepakat Bayar Kompensasi ke Ukraina atas Tragedi Jatuhnya Pesawat pada Januari lalu

"Para petugas medis kami sangat kewalahan dengan bertambahnya jumlah pasien (Covid-19) yang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan perawatan," kata kelompok petugas medis dalam sebuah surat yang mereka kirim kepada presiden Duterte, dikutip dari Reuters pada Sabtu (31/8).

"Kita mengalami kekalahan dalam melawan Covid-19," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengatakan: "Istana Kepresidenan memahami adanya keseimbangan dari kebijakan yang sangat rentan diantara (sektor) kesehatan masyarakat dan kesehatan perekonomian negara."

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan bulan Maret lalu, Presiden Duterte telah memberlakukan salah satu kebijakan lockdown terpanjang diantara seluruh negara di dunia, guna mencegah laju peningkatan wabah Covid-19 yang berdampak buruk terhadap sektor ekonomi di Filipina.

Oleh karena itu, guna memulihkan kesehatan perekonomian, kebijakan pembatasan sosial berskala besar tersebut akhirnya dilonggarkan pada bulan Juni lalu, yang membuat masyarakat dapat kembali memutar roda perekonomian mereka. Namun, kelonggaran tersebut harus dibayar dengan bertambahnya kembali kasus Covid-19 disana. Selama bulan Juni-Juli, Filipina melaporkan penambahan kasus COvid-19 sebanyak 93,354 dengan 2,023 kematian.

Segera Blokir TikTok, Donald Trump: Saya Punya Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×